Simak Manfaat Kesehatan Berbuka Puasa dengan Kurma

Kurma

ASIAWORLDVIEW – Saat berpuasa, tubuh mengalami serangkaian perubahan biologis yang cukup signifikan. Pada jam-jam awal, tubuh masih menggunakan cadangan glukosa dari makanan terakhir sebagai sumber energi. Namun, seiring berjalannya waktu tanpa asupan, tubuh mulai beradaptasi dengan mengalihkan sumber energi ke cadangan lemak.

Proses ini dikenal sebagai adaptasi metabolik, di mana sistem hormon, kadar gula darah, dan cara tubuh membakar energi mengalami penyesuaian. Selain itu, puasa juga memicu proses detoksifikasi alami, membantu membersihkan organ dari sisa metabolisme, serta dapat menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol, mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, Sabtu (21/2/2026).

Fungsi otak pun ikut terpengaruh, dengan beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan fokus dan kejernihan mental. Meski begitu, tubuh tetap membutuhkan hidrasi dan nutrisi seimbang saat sahur dan berbuka agar perubahan ini membawa manfaat kesehatan, bukan justru menimbulkan risiko seperti dehidrasi atau kelelahan berlebihan.

Wajar saja, saat berbuka puasa disarankan untuk konsumsi kurma. Hal itu sesuai dalam hadist, “Rasulullah Saw. berbuka dengan kurma basah (ruthab) sebelum menunaikan salat. Jika tidak ada, beliau berbuka dengan kurma kering (tamr). Jika kurma basah dan kering tidak ada, nabi berbuka dengan seteguk air,” (H.R. Abu Dawud).

Baca Juga: Tips Ngopi Aman Saat Ramadan dari BepahKupi: Perhatikan Waktu yang Tepat

Mengutip tulisan Dr. H. Ahmad Atabik dari UIN Sunan Kudus disebutkan bahwa kurma menjadi salah satu makanan yang sangat dianjurkan saat berbuka puasa karena kandungan gizinya yang kaya dan manfaatnya yang langsung terasa bagi tubuh. Kurma menjadi sumber energi cepat untuk memulihkan kondisi.

Kurma mengandung gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang mudah diserap tubuh. Alhasil dapat segera mengembalikan energi dan menjaga kestabilan kadar gula darah.

Mengonsumsi kurma saat perut kosong membantu menyeimbangkan keasaman lambung, yang mengurangi masalah refluks asam dan heartburn. Kurma ini juga mengandung mineral seperti kalium dan magnesium, yang membantu menenangkan lambung dan mengurangi peradangan.

Kurma mengandung persentase serat makanan yang tinggi, yang membantu mengatur gerakan usus dan mengurangi masalah sembelit. Serat larut juga membantu merangsang pertumbuhan bakteri bermanfaat di usus, yang meningkatkan kesehatan sistem pencernaan.

Selain itu, meningkatkan penyerapan vitamin dan mineral, yang meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Jenis kurma ini juga merangsang produksi enzim pencernaan, yang mempermudah proses pencernaan dan mencegah rasa kembung.