Perlindungan Kulit Jadi Kunci di Tengah Cuaca Panas Indonesia

Seorang perempuan menggunakan sunscreen saat berlibur.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Cuaca panas terik di Indonesia memang meningkatkan kekhawatiran akan risiko kanker kulit. Sinar matahari mengandung radiasi ultraviolet (UV), terutama sinar UVA dan UVB, yang jika terpapar secara berlebihan dapat menembus dan merusak DNA pada sel-sel kulit.

Kerusakan genetik yang terakumulasi dalam jangka panjang ini memicu pertumbuhan sel abnormal yang menjadi cikal bakal kanker kulit, seperti karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma.

Indonesia sebagai negara tropis dengan indeks UV yang sering berada di level “Sangat Tinggi” hingga “Ekstrem” membuat risikonya bertambah besar. Apalagi bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan pada siang hari tanpa pelindung.

Baca Juga: 
Mengupas Kelemahan Tabir Surya Mineral yang Sempat Viral

Langkah perlindungan seperti penggunaan tabir surya minimal SPF 30 secara rutin, mengenakan pakaian tertutup, topi lebar, dan kacamata hitam, serta membatasi paparan langsung saat matahari paling terik merupakan kunci utama untuk mencegah dampak buruk cuaca panas bagi kesehatan kulit.

Saat menggunakan tabir surya, kebanyakan orang mengoleskannya tidak cukup. Padahal perlu mendapatkan faktor perlindungan matahari (SPF) yang sesuai, seperti tertera pada botol.

Richard Krathen , MD, FAAD, FACMS , seorang dokter kulit dan ahli bedah kulit bersertifikasi ganda di Florida Dermatology Specialists, mengutip Health mengatakan, “Ketika Anda tidak mengoleskan tabir surya dalam jumlah yang cukup, Anda hanya mendapatkan sebagian kecil dari perlindungan yang Anda kira.”

SPF ditentukan dengan mengoleskan 2 miligram tabir surya per sentimeter persegi kulit.

“Itu sekitar 1/4 sendok teh untuk wajah saja,” kata Krathen. Untuk bagian tubuh lainnya, Anda membutuhkan setidaknya 1 ons tabir surya, kira-kira seukuran gelas kecil.

Pilih produk dengan SPF minimal 30, dan pilih lotion daripada semprotan .1“Orang-orang tidak menggunakan produk yang cukup banyak saat menggunakan tabir surya semprot dibandingkan dengan produk berbasis losion atau krim,” tambah Krathen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *