ASIAWORLDVIEW – Selama ini, serangan jantung lebih sering dikaitkan dengan usia lanjut. Faktanya kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk orang muda di usia 20-an atau 30-an.
Serangan jantung merupakan keadaan darurat medis yang terjadi ketika aliran darah ke otot jantung berkurang atau terhenti sepenuhnya. Biasanya akibat penyumbatan arteri koroner. Penyumbatan ini sering disebabkan oleh penumpukan plak yang terdiri dari lemak, kolesterol, dan zat lain yang menempel di dinding arteri, mengutip Health, Selasa (3/2/2026).
Ketika plak tersebut pecah, gumpalan darah dapat terbentuk dan menghalangi aliran darah, sehingga bagian jantung yang kekurangan oksigen mulai rusak. Pada usia muda, faktor risiko seperti gaya hidup tidak sehat, merokok, konsumsi alkohol berlebihan,.
Kondisi ini juga terjadi akibat stres tinggi, obesitas, kurang aktivitas fisik, serta riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Selain itu, penggunaan zat terlarang tertentu juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung dini.
Baca Juga: Ramai di Media Sosial, Istilah GERD Bisa Memengaruhi Jantung Dinilai Menyesatkan
Penting untuk memahami bahwa serangan jantung bukan hanya masalah usia, melainkan hasil dari kombinasi faktor genetik, kebiasaan hidup, dan kondisi kesehatan yang mendasarinya. Kesadaran akan hal ini dapat membantu mendorong pencegahan sejak dini melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan medis rutin.
Selain itu, perlu juga untuk melakukan aksi pencegahan. Hal itu bisa dimulai dengan menjaga pola makan sehat dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan gula berlebih. Jangan lupa memperbanyak buah, sayuran, dan sumber protein berkualitas.
Aktivitas fisik teratur seperti olahraga minimal 30 menit sehari membantu menjaga kesehatan jantung dan mengontrol berat badan. Menghindari kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, serta penggunaan zat terlarang juga menjadi langkah krusial.
Selain itu, manajemen stres melalui tidur cukup, meditasi, atau aktivitas positif dapat menurunkan tekanan darah dan menjaga keseimbangan hormon. Pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk cek tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah, penting dilakukan agar potensi masalah dapat terdeteksi sejak dini.
