Bankir AS Masih Berhati-Hati Soal Investasi Kripto

Dolar Amerika Serikat atau USD.(commercetrustcompany)

ASIAWORLDVIEW – Para bankir Amerika Serikat (AS) bersikap hati-hati terhadap mata uang kripto meskipun sudah mendapatkan lampu hijau. Ekspektasi berkembang saat Presiden terpilih Donald Trump menjabat, akan membuka jalan bagi para pemberi pinjaman untuk berekspansi ke aset digital.

Trump merayu para investor kripto dengan janji untuk menjadi “presiden kripto” dan mengakhiri tindakan keras pemerintahan Biden terhadap sektor ini. Namun bank-bank tidak mungkin terburu-buru masuk ke dalam aset yang mudah berubah ini, kata para bankir, dikutip dari Reuters, Kamis (12/12/2024).

Baca Juga: Hacker Paling Berbahaya di Dunia Maya Curi USD1 Miliar dalam Bentuk Kripto

“Kerangka peraturan harus berevolusi dan semua orang berspekulasi tentang bagaimana kerangka peraturan tersebut akan berkembang, tetapi masih belum jelas,” kata Goldman Sachs (GS.N), membuka tab baru Chief Executive David Solomon.

Jika peraturan berubah, raksasa Wall Street ini akan “mengevaluasi” perdagangan mata uang kripto teratas seperti bitcoin dan ethereum, katanya. “Namun untuk saat ini… kemampuan kami untuk bertindak di pasar ini sangat terbatas,” tambahnya, seraya menambahkan bahwa mata uang kripto adalah aset spekulatif.