Bitcoin dan Emas Terus Merosot, USD Menguat Jelang Kesepakatan Nuklir AS-Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

ASIAWORLDVIEW – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan ke Iran tentang “konsekuensi” sebelum pembicaraan nuklir AS-Iran. Dampaknya, Bitcoin dan emas terus turun seiring penguatan dolar AS menjelang pembicaraan nuklir AS-Iran yang krusial.

Selain itu, kontrak berjangka saham AS juga anjlok tajam setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan tegas kepada Iran menjelang putaran kedua pembicaraan nuklir di Jenewa, megutip Coindesk, Rabu (18/2/2026).

Bitcoin dan emas terus menurun menjelang pembicaraan nuklir AS-Iran yang krusial. Saat ini, harga emas turun di bawah USD4.950 setelah peringatan Donald Trump kepada Iran. Ini menandai sesi penurunan kedua berturut-turut di tengah penguatan dolar AS.

Namun, perkembangan positif terkait kesepakatan nuklir dapat meningkatkan sentimen risiko. Taruhan bullish pada emas melonjak meskipun terjadi koreksi historis.

Baca Juga: Trump Janjikan Pemotongan Suku Bunga Pasca Pemilihan Ketua Fed Baru

Setelah kontrak berjangka emas COMEX mengalami penurunan harian terbesar dalam puluhan tahun, para pedagang mulai mengumpulkan spread call Desember USD15.000 hingga USD20.000. Posisi tersebut kini mencapai hampir 11.000 kontrak, meskipun harga emas stabil di sekitar USD5.000.

Selain itu, data inflasi CPI AS yang lebih rendah dari perkiraan yang dirilis Jumat lalu meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve tahun ini. Alat CME FedWatch menunjukkan trader memperhitungkan dua pemotongan suku bunga Fed, dengan peluang 52% pada Juni.

Sementara itu, Bitcoin bertahan di dekat USD68.000 di tengah volatilitas pasar kripto, dengan fluktuasi minor di tengah ketegangan geopolitik. Sebelumnya, Bitcoin dan logam mulia mengalami penjualan massal selama sentimen risk-off yang meningkat terkait situasi AS-Iran, saat investor mencari likuiditas daripada aset safe haven tradisional.

Ketegangan meningkat menjelang pembicaraan, dengan AS mengirimkan kapal induk kedua ke Timur Tengah. Iran juga menggelar latihan militer di Selat Hormuz setelah ancaman berulang kali akan tindakan militer di tengah peningkatan signifikan kekuatan militer AS di kawasan tersebut.