ASIAWORLDVIEW – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali dibuka melemah tipis dan bertahan di level psikologis Rp18.000-an pada Jumat (23/10/2026), melanjutkan tekanan yang telah berlangsung sejak sehari sebelumnya. Rupiah dibuka melemah 14 poin atau sekitar 0,08 persen ke level Rp18.074 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya.
Data menunjukkan posisi yang sedikit bervariasi, dengan rupiah tercatat melemah 11 hingga 15 poin ke kisaran Rp18.071 hingga Rp18.075 pada pagi hari. Sementara itu, data Refinitiv mencatat pelemahan yang lebih tipis, yakni 5 poin ke Rp18.050 per dolar AS. Meskipun arahnya melemah, besaran pergerakan hari ini tergolong relatif kecil dibandingkan gejolak yang terjadi pada pekan sebelumnya, mencerminkan upaya pasar untuk menemukan keseimbangan di tengah arus sentimen yang saling bertentangan. Tekanan terhadap rupiah hari ini terutama bersumber dari meningkatnya sentimen penghindaran risiko (risk-off) di pasar global.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyoroti bahwa kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan investasi di sektor kecerdasan artifisial (AI), eskalasi geopolitik di Timur Tengah, serta memburuknya kondisi fiskal di Prancis telah memicu arus modal keluar dari aset-aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang . Selain itu, aksi jual bersih (net sell) investor asing di pasar saham domestik masih menjadi beban tambahan bagi rupiah, meskipun sentimen investor domestik secara umum membaik.
Baca Juga: OJK Klaim Telah Berupaya Maksimal, Reformasi Pasar Modal Terus Diperkuat
Keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pada 21 Oktober lalu—meskipun diimbangi dengan kenaikan suku bunga Deposit Facility menjadi 5 persen dan rencana penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap—belum sepenuhnya mampu meredakan tekanan eksternal yang sedang mendominasi pasar. Pasar tampaknya masih menunggu bukti bahwa bauran kebijakan BI tersebut efektif dalam menstabilkan rupiah dan menarik aliran modal masuk.
Dari sisi teknikal dan proyeksi, para analis memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas pada hari ini. Lukman Leong memproyeksikan rentang pergerakan rupiah di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.100 per dolar AS, seraya mencatat bahwa jika pasar ekuitas domestik terus membaik, hal itu dapat memberikan dukungan bagi rupiah . Analis lainnya, Rizal, memperkirakan rentang yang sedikit lebih sempit di Rp18.020 hingga Rp18.120, mencerminkan ekspektasi bahwa tekanan global dan isu MSCI masih akan membayangi pergerakan rupiah.

