ASIAWORLDVIEW – Jakarta International Investment, Trade, Tourism, and SME Expo atau JITEX 2026 sukses digelar dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan pengunjung pada Minggu (20/9/2026). Kegiatan sukses memajukan perekonomian, khususnya bagi peritel dan pengusaha kecil.
Sekretaris Jenderal Asian Trade, Tourism and Economics Council (ATTEC), Rama Auwines, menegaskan bahwa JITEX 2026 bukan sekadar pameran dagang tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat hubungan bisnis Jakarta dengan jaringan perdagangan dan investasi internasional. Menurut Rama, keterlibatan buyer, investor, asosiasi bisnis, dan mitra dari berbagai negara telah membuka ruang bagi pelaku usaha untuk menjajaki peluang yang dapat dikembangkan jauh setelah pameran berakhir.
Nilai sebuah pameran tidak diukur dari jumlah pengunjung atau luas area eksibisi semata, melainkan dari seberapa besar koneksi yang terbangun mampu bertransformasi menjadi transaksi dan kerja sama,. Kemudian ertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
“Bagi kami, keberhasilan JITEX tidak berhenti pada berakhirnya pameran. Yang lebih penting adalah bagaimana koneksi yang terbangun antara pelaku usaha, buyer, investor, dan mitra internasional dapat berlanjut menjadi transaksi serta kerja sama jangka panjang. Melalui JITEX, ATTEC berharap semakin banyak peluang yang menghubungkan Jakarta dengan pasar global dan membuka ruang pertumbuhan baru bagi pelaku usaha Indonesia,” ungkap Rama Auwines.
Baca Juga: JITEX 2026 Sukses Bangun Pertumbuhan Industri Tekstil dan Ekonomi Kreatif Jakarta
Selama empat hari penyelenggaraan, JITEX 2026 menghadirkan rangkaian agenda yang dirancang untuk mempercepat terjadinya transaksi dan kolaborasi lintas negara. Mulai dari pameran dagang, business matching, investment forum, trade forum, networking programme, buyer programme, hingga berbagai forum dan kegiatan publik, semuanya diarahkan untuk menciptakan ekosistem yang mempertemukan penjual dan pembeli, pemilik modal dan pencari pendanaan, serta pembuat kebijakan dan pelaku usaha.
Sejumlah agenda internasional turut menjadi bagian dari rangkaian JITEX 2026, antara lain ATTEC Global Investment Forum dan Asia Food and Ecosystem Summit. Kedua agenda tersebut mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk membahas peluang investasi, perdagangan, serta pengembangan ekosistem pangan dan usaha—sektor-sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi kawasan dan memiliki keterkaitan erat dengan pertumbuhan industri tekstil, fesyen, serta produk kreatif Indonesia.
Rangkaian business matching dan buyer programme menjadi salah satu instrumen paling konkret dalam membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk menjajaki kerja sama dengan calon mitra dari berbagai negara. Dalam forum-forum tersebut, pelaku usaha tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga bernegosiasi, bertukar informasi pasar, memahami standar kualitas dan regulasi negara tujuan, serta membangun kepercayaan yang menjadi fondasi ekspor.
“Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung perluasan pasar produk Jakarta sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas, terutama bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif yang selama ini memiliki kapasitas produksi tetapi terkendala akses jaringan internasional. Dengan difasilitasinya pertemuan langsung antara produsen dan buyer, proses penetrasi pasar dapat berjalan lebih cepat, biaya transaksi lebih efisien, dan peluang kontrak jangka panjang menjadi lebih terbuka,” ia menambahkan.
Selain perdagangan dan investasi, JITEX 2026 turut membawa potensi budaya dan pariwisata ke dalam rangkaian kegiatan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi Jakarta. Kehadiran kedua sektor tersebut memperluas ruang interaksi antara pelaku usaha, mitra internasional, dan pemangku kepentingan di berbagai bidang.
