ASIAWORLDVIEW – Vivo dilaporkan sedang menyiapkan kejutan besar menjelang peluncuran seri X500 di China. Baru-baru ini, sebuah perangkat dengan nomor model V2609A—yang diduga kuat sebagai Vivo X500 versi standar. Bocoran muncul di database Geekbench 6.7.1, memperlihatkan skor single-core 2.694 dan multi-core 7.770. Perangkat uji tersebut membawa RAM 12GB dan menjalankan Android 17 dengan lapisan OriginOS 7.
Angka ini bukanlah skor tertinggi di kelas flagship, tetapi cukup memberi gambaran bahwa Vivo tengah mengadopsi strategi dua jalur chipset untuk lini X500: model Pro dan Pro Max akan memakai MediaTek Dimensity 9600 Pro yang dibangun dengan proses fabrikasi 2nm, sementara model standar mengandalkan Dimensity 9600M yang merupakan penyegaran ringan dari Dimensity 9500 tahun lalu. Artinya, Vivo ingin menjaga harga X500 tetap kompetitif tanpa mengorbankan performa harian yang solid.
Chipset Dimensity 9600M sendiri bukanlah silikon baru dari nol. Ia masih menggunakan konfigurasi inti dan proses manufaktur yang mirip dengan Dimensity 9500, sehingga peningkatan utamanya lebih banyak terjadi di sisi software. NPU-nya kini mendukung Gemini Nano 4 dan Qwen 3.5 Omni 4B, plus ada fitur baru bernama camera agent yang mampu memberikan saran fotografi secara cerdas.
Baca Juga: Vivo X Fold 6 Muncul di Geekbench, Siap Rilis di Indonesia
Ini menarik karena menunjukkan bahwa MediaTek dan Vivo mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar angka benchmark ke pengalaman AI yang lebih nyata di perangkat. Bagi pengguna, kehadiran AI di level sistem bisa berarti saran komposisi foto, pengaturan otomatis yang lebih pintar, hingga asisten virtual yang lebih responsif. Jadi, meskipun skor Geekbench X500 standar tidak sefantastis versi Pro, bukan berarti perangkat ini akan terasa lambat dalam penggunaan sehari-hari.
Dari bocoran lain yang beredar, Vivo X500 standar kabarnya akan mengusung baterai berkapasitas besar—sekitar 7.500mAh menurut beberapa laporan—dan mewarisi sebagian perangkat kamera dari model Pro tahun lalu, termasuk sensor utama 1/1,28 inci. Kombinasi baterai jumbo dan sensor besar ini menjadikan X500 sebagai paket yang menarik di kelas upper-midrange flagship.
Skor Geekbench yang muncul sendiri berasal dari unit uji awal, sehingga masih ada ruang untuk optimasi software dan tuning termal sebelum versi final dirilis. Bisa jadi angka akhirnya akan sedikit lebih tinggi atau lebih stabil, tergantung bagaimana Vivo mengkalibrasi performa dan efisiensi daya.
Kemunculan V2609A di Geekbench ini menegaskan bahwa Vivo serius dengan pendekatan dual-track untuk keluarga X500. Model Pro dan Pro Max ditujukan bagi mereka yang menginginkan performa puncak, teknologi 2nm, dan kemampuan imaging terbaik. Sementara model standar hadir sebagai opsi yang lebih ramah kantong namun tetap menawarkan performa mumpuni, baterai besar, dan fitur AI yang relevan.
