IHSG Bergejolak, Sentimen Domestik Lawan Tekanan Global

IHSG menguat atau berada di zona hijau.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan sesi yang penuh gejolak dengan pergerakan dua arah yang tajam pada Rabu (16/9/2026). Konsidi ini mencerminkan tarik-menarik antara sentimen positif domestik dan tekanan eksternal yang masih pekat. Indeks dibuka melemah 7,24 poin atau 0,11% ke level 6.453,91, bahkan sempat menyentuh level terendah 6.445,24 pada awal sesi. Namun, tekanan jual tersebut tidak berlangsung lama. Selang beberapa menit, IHSG berbalik arah dan melesat ke zona hijau, naik hingga 1,02% ke level 6.526,81 pada pukul 09.32 WIB. Berdasarkan data RTI Business pukul 09.20 WIB, IHSG tercatat menguat 43,438 poin atau 0,67% ke level 6.504,591, dengan volume transaksi mencapai 3,752 miliar saham dan nilai transaksi Rp 1,693 triliun.

Sentimen domestik menjadi penopang utama pada awal sesi. Penguatan saham Bayan Resources (BYAN) yang terbang hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA) sebesar 19,85% ke level 12.225 menjadi katalis positif yang mengangkat indeks. Selain itu, saham-saham bank jumbo juga mengalami penguatan meskipun masih terbatas, memberikan fondasi bagi IHSG untuk bangkit dari keterpurukan. Dari sisi sektoral, sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,57%, disusul sektor barang baku yang naik 1,03% dan sektor transportasi yang menguat 1,01%. Sebanyak 324 saham menguat, 200 saham melemah, dan 189 saham stagnan, menunjukkan bahwa mayoritas pasar masih optimistis terhadap potensi pemulihan.

Namun, tekanan eksternal yang berat membatasi ruang penguatan IHSG. Pasar sedang menantikan keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pada Kamis (17/9/2026) dini hari waktu Indonesia, dengan probabilitas kenaikan 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00% mencapai 92,4% berdasarkan CME FedWatch.

Baca Juga: Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Jadi Menteri Ekonomi, Pasar Percaya Stabilitas APBN

Lonjakan harga minyak mentah turut memperburuk sentimen, dengan Brent naik hampir 3% ke USD108,75 per barel dan WTI menguat lebih dari 4% ke USD105,83 per barel, dipicu kekhawatiran pasokan energi akibat konflik Timur Tengah dan gangguan jalur distribusi minyak Arab Saudi. Imbal hasil (yield) Treasury AS tenor 10 tahun sempat menembus 5,041%, level tertinggi sejak 2007, sebelum ditutup di 4,966%—sebuah sinyal bahwa biaya modal global sedang meningkat dan menekan aset berisiko.

Analis memperkirakan IHSG masih rawan koreksi pada perdagangan hari itu. Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG akan menghadapi tekanan dengan level support di 6.439 dan resistance di 6.501. Senada, Tim Analis Phintraco Sekuritas memprakirakan IHSG akan menguji level 6.350–6.400 di tengah kondisi pasar yang cenderung wait and see, dengan net sell asing tercatat sebesar Rp354,16 miliar pada perdagangan Selasa, di mana saham-saham yang paling banyak dijual adalah BMRI, BBRI, BBNI, CPIN, dan ASII. Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings juga memperingatkan soal peningkatan risiko kredit dan pendapatan pada bank BUMN di Indonesia, yang berpotensi menaikkan rasio kredit bermasalah (NPL) serta menekan profitabilitas sektor perbankan nasional.

Dari sisi transaksi dan kapitalisasi pasar, aktivitas perdagangan pada sesi pagi tercatat cukup ramai dengan frekuensi 289.457 kali dan kapitalisasi pasar sebesar Rp 11.370,857 triliun. Di jajaran top gainers, selain BYAN, terdapat PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) yang naik 24,84% dan PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) yang menguat 19,80%. Sementara itu, top losers dipimpin oleh Reksa Dana Indeks Batavia SRI-KEHATI ETF (XBSK) yang turun 14,94% dan PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) yang melemah 14,88%. Dengan kombinasi sentimen positif dari penguatan saham energi dan tekanan eksternal yang masih dominan, IHSG pada 16 September 2026 berada di titik kritis: keputusan The Fed dan reaksi pasar terhadap kebijakan fiskal baru di bawah kepemimpinan Suahasil Nazara akan menentukan apakah indeks mampu mempertahankan momentum pemulihannya, atau justru kembali tertekan ke bawah level 6.400.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *