ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (27/8/2026), menunjukkan pergerakan yang fluktuatif. Peraihan diawali dengan pelemahan di awal sesi namun kemudian berhasil berbalik arah dan menguat.
Indeks utama bursa saham Indonesia ini dibuka di zona merah, melemah 0,24% atau 15,34 poin ke level 6.390,35. Pelemahan ini membuat IHSG untuk sementara waktu berada di bawah level psikologis 6.400. Namun, selang beberapa menit setelah perdagangan dimulai, IHSG berhasil berbalik arah ke zona hijau. Pada pukul 09.12 WIB, indeks tercatat menguat 19,53 poin atau 0,30% ke level 6.425,22. Bahkan, Kontan.co.id mencatat IHSG sempat menyentuh level 6.428,965 pada pukul 09.07 WIB. Sepanjang awal sesi, IHSG bergerak dalam rentang yang cukup lebar, dari level terendah 6.376,65 hingga tertinggi 6.432,32.
Pergerakan IHSG pada hari ini tidak lepas dari sentimen negatif dari dalam dan luar negeri yang membayangi pasar. Dari eksternal, rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat untuk Juli 2026 yang tercatat sebesar 3,7% (year-on-year), sedikit lebih tinggi dari perkiraan pasar.
Baca Juga: Kolaborasi Pemerintah–STARFINDO: Fondasi Transformasi Digital Nasional
Angka ini masih jauh di atas target The Fed sebesar 2%, yang memicu kekhawatiran akan kebijakan suku bunga yang masih ketat. Selain itu, pasar juga mencermati perlambatan pertumbuhan ekonomi AS dan agenda Jackson Hole Economic Policy Symposium yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan moneter.
Sentimen negatif juga datang dari dalam negeri, terutama terkait rencana aksi demonstrasi besar di depan Gedung DPR/MPR pada hari yang sama. Aksi ini, yang melibatkan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat dengan beragam tuntutan, mendorong pelaku pasar menerapkan strategi wait and see (tunggu dan lihat). Kekhawatiran akan potensi gangguan mobilitas bahkan mendorong sejumlah perusahaan di kawasan Sudirman dan Semanggi untuk menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi karyawannya.
Di tengah tekanan tersebut, IHSG tetap menunjukkan ketahanan dengan berhasil bangkit dari level terendahnya. Penguatan indeks disokong oleh hampir seluruh sektor, dengan IDX Sektor Properti dan Real Estate menjadi motor utama penguatan, melonjak 1,41%. Sektor energi, industri, dan infrastruktur juga turut menguat. Di sisi lain, sektor keuangan, bahan baku, dan transportasi masih menjadi penekan. Di antara saham-saham unggulan (LQ45), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi top gainers dengan kenaikan masing-masing 2,54%, 2,42%, dan 2,38%.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 3,285 miliar saham dan nilai transaksi Rp 1,334 triliun di awal sesi. Sebanyak 365 saham menguat, sementara 187 saham melemah dan 411 lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sekitar Rp 11.270 triliun. Secara keseluruhan, IHSG pada 27 Agustus 2026 menunjukkan volatilitas yang tinggi, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah sentimen global yang kurang kondusif dan ketidakpastian domestik menjelang aksi demonstrasi.
