Bitcoin Terkoreksi Usai Tembus USD80.000

Bitcoin

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) pada Rabu (26/8/2026), menunjukkan pergerakan yang fluktuatif dengan kecenderungan terkoreksi setelah sempat menembus level psikologis USD80.000. Pasar kripto sedang dalam fase konsolidasi di tengah euforia dan sinyal peringatan yang saling bersilangan.

Sepanjang hari, Bitcoin diperdagangkan dengan volatilitas yang tinggi, mencerminkan perdebatan antara optimisme dan aksi ambil untung. Pengumuman Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, tentang peningkatan pembelian kembali (buyback) obligasi jangka panjang untuk menurunkan imbal hasil (yield).

Kondisi tersebut memicu pelemahan dolar AS dan menghidupkan kembali narasi “debasement trade” (perdagangan yang diuntungkan oleh pelemahan mata uang fiat). Hal ini membuat aset seperti Bitcoin dan emas menjadi lebih menarik.

Baca Juga: Bitcoin Masuki Fase Sinyal, Hadapi Ancaman Rantai Ganda

ETF Bitcoin spot di AS mencatatkan arus masuk mingguan terkuat dalam 10 bulan terakhir, mencapai USD1,92miliar pada pekan lalu, dengan tambahan USD1,92miliar.

Sekitar 60% Bitcoin yang beredar tidak berpindah tangan selama lebih dari setahun. Kondisi tersebut menciptakan kelangkaan pasokan di tengah meningkatnya permintaan. Pertemuan antara Presiden Donald Trump dan para pemimpin industri kripto menghidupkan kembali optimisme mengenai komitmen pemerintah terhadap regulasi aset digital.

Meskipun sentimennya bullish, koreksi yang terjadi pada hari ini merupakan pengingat akan volatilitas pasar. Beberapa analis memperingatkan agar tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa ini adalah awal dari bull market baru. Indikator Crypto Fear & Greed Index telah mencapai level 80, yang menandakan kondisi “Extreme Greed” atau keserakahan ekstrem. Ini sering kali menjadi sinyal bahwa pasar mungkin terlalu panas dan koreksi lebih dalam bisa terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *