Bitcoin Bullish di Atas USD65.000, Sentimen Pasar Positif

BTC di zona hijau

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) bergerak bullish hari ini, Selasa (21/7/2026), di atas USD 65.000, dengan kisaran perdagangan harian sekitar USD 65.138–USD 65.590. Data harga spot menunjukkan variasi kecil antar platform: CoinMarketCap mencatat USD 65.167, Yahoo Finance USD 65.240, dan CoinGecko USD 65.185.

Sepanjang 24 jam terakhir, Bitcoin mengalami kenaikan tipis sekitar 0,80–0,9% , menandakan tren positif yang konsisten. Kapitalisasi pasar kripto terbesar ini mencapai lebih dari USD 1,3 triliun (sekitar Rp 23.319 triliun dengan kurs Rp 17.930/USD), sementara volume perdagangan 24 jam berada di kisaran USD 30,6–32,5 miliar, mencerminkan likuiditas yang tetap tinggi.

Secara historis, Bitcoin mencatat kenaikan 4,58% dalam sepekan terakhir, menunjukkan momentum pemulihan setelah tekanan harga sebelumnya. Dalam horizon satu bulan, harga masih dalam fase rebound, meski secara year-to-date (YTD) sempat terkoreksi di paruh pertama tahun.

Baca Juga: Industri Kripto Ragukan Pengesahan Kejelasan RUU 2025

Saat ini, harga Bitcoin masih sekitar 48% lebih rendah dari All-Time High (ATH) USD 126.080 yang dicapai pada Oktober 2025, sehingga peluang penyimpanan tetap terbuka bagi investor jangka panjang. Dari sisi pasokan, jumlah penyebaran mencapai lebih dari 20 juta BTC, atau sekitar 95,5% dari total maksimum 21 juta BTC, menjadikan keterbatasan pasokan sebagai faktor utama yang menjaga nilai Bitcoin sebagai aset langka.

Penguatan harga hari ini didorong oleh beberapa faktor penting. Permintaan institusional meningkat melalui ETF Bitcoin spot dan kepemilikan institusi besar, yang menambah stabilitas pasar. Sentimen global juga membaik setelah inflasi AS lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini mengurangi kekhawatiran kenaikan suku bunga agresif oleh The Fed.

Likuiditas perdagangan tetap solid di atas USD 30 miliar per hari. Dampaknya memperkuat daya tahan harga. Namun, risiko jangka menengah masih ada, terutama dari volatilitas pasar semikonduktor dan kebijakan moneter global yang ketat.

Bagi investor, kondisi ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Investor jangka pendek dapat memanfaatkan momentum kenaikan tipis untuk strategi trading harian. Sementara investor jangka panjang melihat harga yang masih jauh dari ATH sebagai kesempatan untuk akumulasi.

Meski demikian, risiko utama tetap perlu diwaspadai, termasuk volatilitas tinggi, potensi koreksi lanjutan, dan ketergantungan besar pada sentimen global. Secara keseluruhan, Bitcoin pada 21 Juli 2026 menunjukkan stabilitas bullish di atas USD 65.000 , ditetapkan sebagai aset kripto terbesar dunia sekaligus barometer utama bagi pasar kripto global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *