Transformasi Liburan: Mencari Makna di Setiap Perjalanan

Turis lokal dan asing memadati kawasan wisata di Ubud, Bali.(authentic-indonesia)

ASIAWORLDVIEW – Liburan tak lagi sekadar berjalan-jalan ke tempat wisata atau staycation, kini telah berevolusi. Dari waktu istirahat menjadi ajang pencarian meaningful experiences yang bisa dikenang dan dibagikan. Menurut tren terbaru, terutama di kalangan generasi muda, masyarakat lebih memilih perjalanan yang menyentuh sisi emosional dan personal mereka.

Suwandi Ahmad, Chief Data Officer Lokadata.id. menjelaskan bahwa masyarakat kini berlibur bukan semata untuk beristirahat, tetapi untuk menciptakan pengalaman yang bermakna dan layak dibagikan.

Mereka tidak lagi hanya mengejar destinasi populer, tetapi juga ingin merasakan budaya lokal, berinteraksi dengan komunitas setempat, dan bahkan memilih moda transportasi yang memperkaya pengalaman perjalanan itu sendiri.

Baca Juga: Industri Perjalanan dan Hiburan Bergairah Berkat Liburan Sekolah 2025

“Hari ini, nilai liburan tidak hanya soal lokasi atau harga, tetapi tentang cerita yang bisa dibawa pulang dan dibagikan,” ujarnya.

Contohnya, banyak wisatawan kini lebih suka naik kereta api atau bus dengan fasilitas mewah meski waktu tempuhnya lebih lama. Hal itu karena perjalanan itu sendiri dianggap sebagai bagian dari cerita liburan.

Aktivitas seperti mengikuti workshop kerajinan tangan, memasak makanan tradisional, atau menjadi sukarelawan di desa wisata juga semakin diminati karena memberikan nilai tambah secara pribadi dan sosial.

Fenomena ini menunjukkan bahwa liburan telah menjadi sarana refleksi, pembelajaran, dan koneksi—baik dengan diri sendiri maupun dengan dunia sekitar.

“Jika dulu keputusan destinasi banyak ditentukan oleh anggota keluarga perempuan tertua sebagai pengelola rumah tangga (seperti ibu atau nenek), kini keputusan lebih bersifat kolektif dibentuk oleh seluruh anggota keluarga yang memiliki preferensi dan keinginan masing-masing. Setiap orang ingin memiliki pengalaman pribadi yang berkesan dan bisa dibagikan secara individual, termasuk melalui media sosial,” ia menambahkan.