Waspadai, Gejala Perdarahan Menstruasi Berat pada Perempuan

Dr. dr. Achmad Kemal Harzi Subsp.FER, Dokter Kandungan dan Ahli Fertilitas Endokrinologi Reproduksi FK

ASIAWORLDVIEW – Perdarahan Menstruasi Berat (PMB) atau Heavy Menstrual Bleeding (HMB) dialami oleh sekitar 1 dari 4 wanita usia reproduktif. Kondisi ini ditandai dengan perdarahan lebih dari 7 hari, volume darah yang melebihi 80 ml per siklus, atau seringnya mengganti pembalut setiap kurang dari 2 jam karena penuh.

Dr. dr. Achmad Kemal Harzi Subsp.FER, Dokter Kandungan dan Ahli Fertilitas Endokrinologi Reproduksi FK menjelaskan, Senin (26/5/2025), PMB dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk gangguan hormon, miom, polip rahim, endometriosis, atau kelainan pembekuan darah. Sayangnya, banyak perempuan mengabaikan gejala ini karena dianggap wajar atau tabu untuk dibicarakan.

“PMB bukan hanya masalah kenyamanan, tetapi juga dapat berdampak pada anemia, kelelahan, gangguan tidur, dan bahkan peningkatan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting,” sebutnya Diskusi Media dengan tema “#KnowYourFlow, Kenali Perdarahan Menstruasi Berat dan LNG IUS untuk Terapi PBM.

“PMB bisa menjadi tanda adanya gangguan hormon, miom, polip rahim, endometriosis, atau kelainan pembekuan darah. Jika mengalami gejala ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat,” jelasnya.

Baca Juga: Pakar: Ganti Pembalut Setiap 4 Jam untuk Jaga Kebersihan saat Haid

PMB tergantung pada kondisi pasien. Jika pasien sedang mencoba untuk hamil, dokter biasanya merekomendasikan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) dan asam traneksamat. Jika tidak, salah satu pilihan terapi yang efektif adalah Levonorgestrel-releasing intrauterine system (LNG-IUS), sebuah perangkat kecil berbentuk T yang dimasukkan ke dalam rahim untuk mengurangi perdarahan menstruasi.

Gejala Perdarahan Menstruasi Berat (PMB) atau Heavy Menstrual Bleeding (HMB). Salah satunya, perdarahan lebih dari 7 hari dalam satu siklus menstruasi. Meskipun setiap wanita memiliki durasi menstruasi yang berbeda, siklus normal biasanya berlangsung antara 2 hingga 7 hari.

Mengganti pembalut atau tampon setiap 1–2 jam karena penuh. Selain itu, keluar gumpalan darah besar selama menstruasi.

“Kondisi ini sering kali disertai dengan gejala lain dengan keluarnya gumpalan darah besar, dan nyeri hebat di bagian bawah perut. Jika ada gejala ini, harus diwaspadai,” ia menambahkan.

PMB dapat berdampak pada kualitas hidup, menyebabkan kelelahan, anemia, dan bahkan gangguan aktivitas sehari-hari. Jika kamu mengalami gejala ini secara terus-menerus, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.