Regulasi OJK Jadi Fondasi Pertumbuhan Aset Digital di Indonesia

Deretan koin kripto.(freepik)

ASIAWORLDVIEW Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui kebijakan inovasi teknologi sektor keuangan menegaskan peran Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dalam memperluas akses investasi modern. Data terbaru menunjukkan mayoritas dana investor pada layanan Tokenized US Stocks justru mengalir ke saham-saham berbasis Artificial Intelligence (AI).

Fenomena ini mencerminkan tren global di mana teknologi AI dianggap sebagai motor pertumbuhan ekonomi masa depan, sehingga investor Indonesia pun semakin aktif memanfaatkan instrumen tokenisasi untuk berpartisipasi dalam pasar saham Amerika. Langkah ini bukan hanya memperkuat legitimasi ekosistem aset digital di bawah pengawasan OJK, tetapi juga menandai transformasi strategi investasi nasional menuju sektor-sektor inovatif yang berdaya saing tinggi.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan penguatan regulasi akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri aset keuangan digital di Indonesia. Menurutnya, memberikan kepastian bagi investor.

“Komitmen OJK dalam penguatan IAKD,  memberikan kepastian bagi pelaku industri untuk terus berinovasi. Kami melihat langkah ini akan mempercepat adopsi aset digital sekaligus memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap peluang investasi global melalui platform yang teregulasi,” ujar Ryan.

Di sisi lain, kondisi pasar aset kripto global masih bergerak cenderung stagnan. Berdasarkan data CoinMarketCap pada Rabu (8/7) pagi, harga Bitcoin berada di kisaran US$62.900, turun 0,59% dalam 24 jam terakhir, namun masih mencatat kenaikan 6,61% dalam sepekan. 

Sementara itu, indeks Fear and Greed CoinMarketCap berada di level 27 atau fear, membaik dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada pada kategori extreme fear. Kondisi ini menunjukkan sebagian investor mulai mencari alternatif diversifikasi investasi yang memiliki eksposur terhadap tema pertumbuhan global, termasuk melalui tokenisasi saham. 

Baca Juga: Kerugian Penipuan Kripto AS Tembus Rekor USD11,36 Miliar

Dalam 48 jam setelah peluncuran flexible staking untuk Tokenized US Stocks, Bittime mencatat kepemilikan tokenized saham AS meningkat 106%. Sekitar 96% dana baru terkonsentrasi pada tokenized NVIDIA, Meta, dan Microsoft, sementara permintaan terhadap tokenized Apple, Google, Tesla, dan Amazon relatif lebih datar.

Hampir 50% kepemilikan Tokenized US Stocks di Bittime juga langsung ditempatkan ke dalam fitur Earn untuk memperoleh reward hingga 7%, menunjukkan investor tidak hanya mencari eksposur ke saham global, tetapi juga peluang memperoleh imbal hasil dari aset digital.

Melihat antusiasme tersebut, Bittime kembali menghadirkan kampanye Tokenized US Stocks pada pekan ini. Berdasarkan perilaku pengguna pada kampanye sebelumnya, SpaceX Token (SPCXX) dipilih sebagai insentif utama, sementara pengguna tetap dapat menikmati fitur Earn dengan reward hingga 7%.

Ryan mengatakan tren tersebut menunjukkan investor Indonesia mulai lebih selektif dalam memilih sektor yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

“Minat yang tinggi terhadap saham-saham bertema AI menunjukkan investor Indonesia mulai berinvestasi berdasarkan tema pertumbuhan global. Tokenisasi aset membuat akses terhadap peluang investasi global menjadi lebih mudah, efisien, dan inklusif,” ujar Ryan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *