ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin naik berkat kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah. Gencatan senjata ini sangat penting, karena memberikan dorongan bagi perjanjian damai Amerika Serikat (AS)-Iran setelah bentrokan antara kedua belah pihak menghambat pembicaraan damai awal yang seharusnya digelar hari ini.
Harga BTC naik seiring perkembangan ini, mencapai hampir USD63.000, menurut data TradingView. Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar USD62.600, turun kurang dari 1% hari ini. Mata uang kripto terkemuka ini sempat turun hingga USD62.200 pada awal hari ini.
Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah ini penting karena memperkuat perjanjian damai AS-Iran, yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak awal pekan ini. Israel sebelumnya melancarkan serangan di Lebanon, yang turut menyebabkan AS dan Iran membatalkan pembicaraan di Swiss hari ini.
Iran juga mengancam akan menutup kembali Selat Hormuz akibat eskalasi kekerasan di Lebanon. Namun, dengan adanya perjanjian gencatan senjata ini, nota kesepahaman AS-Iran tetap berlaku, yang merupakan kabar positif bagi Bitcoin.
Baca Juga: Bitcoin Bertahan di Atas USD63.000, Data Tenaga Kerja Tekan Sentimen Kripto
Para pedagang kripto masih bertaruh bahwa pembicaraan AS-Iran akan berlangsung sebelum akhir bulan ini. Data Polymarket menunjukkan hanya ada 26% kemungkinan bahwa pertemuan tidak akan terjadi hingga 30 Juni, sementara ada 44% kemungkinan bahwa pembicaraan tersebut tetap akan digelar di Swiss.
Bitcoin masih menghadapi tekanan jual menyusul keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada rapat FOMC awal pekan ini. BTC terus mengalami penurunan sejak keputusan suku bunga The Fed tersebut.
BTC dan pasar kripto secara umum juga mengalami penurunan karena The Fed menunjukkan sikap hawkish, yang menandakan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini. Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran inflasi, dengan kenaikan harga akibat perang AS-Iran yang dimulai pada bulan Februari.
