Tanda-Tanda Heatstroke pada Anak yang Harus Diwaspadai

Ilustrasi anak tengah mengalami pusing.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Anak-anak, terutama balita, dapat mengalami serangan panas hingga tiga sampai lima kali lebih cepat dari orang dewasa. Hal itu karena sistem pengaturan suhu tubuh mereka yang belum matang.

Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A, Subsp.Respi(K) cuaca ekstrem seperti fenomena El Nino saat ini, tingkat kehilangan cairan pada anak per kilogram berat badan bahkan tiga kali lebih cepat. Alhasil heatstroke menjadi kondisi gawat darurat yang mengancam jiwa.

“Tanda-tanda heatstroke pada anak yang perlu diwaspadai, suhu tubuh melonjak drastis hingga di atas 40 derajat Celsius, kulit kemerahan terasa panas dan kering (tidak berkeringat), napas menjadi cepat dan dangkal, disorientasi hingga bicara tidak jelas, dan pada kondisi berat bisa terjadi kejang hingga kehilangan kesadaran,” ia mengatakan dalam diskusi media, baru-baru ini.

Baca Juga: Pakar: Anak Perlu Dibiasakan Minum Teratur Meski Belum Haus

Walaupun sebagian besar penderita kehilangan kemampuan berkeringat, setidaknya setengah dari anak-anak dengan heatstroke tetap mengeluarkan keringat. Tanda yang disebutkan tidak selalu muncul.

Lingkungan paling berbahaya yang sering luput dari perhatian, mobil yang terparkir di bawah terik matahari. Suhu di dalam mobil dapat meningkat dengan cepat dan anak yang tertinggal meski hanya beberapa menit saja sudah dapat berakibat fatal.

Selain itu, aktivitas fisik berat di luar ruangan selama gelombang panas, tempat tanpa pendingin udara. Selain itu, kelembaban tinggi yang menghambat pelepasan keringat juga sangat meningkatkan risiko.

Apabila anak mulai menunjukkan tanda-tanda awal, orang tua atau pengasuh hanya memiliki kurang dari 30 menit untuk menurunkan suhunya sebelum heatstroke berkembang ke tahap yang lebih parah. Karena itu, pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Beberapa langkah yang direkomendasikan IDAI untuk mencegah heatstroke pada anak di tengah cuaca ekstrem adalah: biasakan anak minum air hangat secara rutin tanpa menunggu haus, batasi aktivitas luar ruangan pada jam-jam puncak panas (pukul 11.00 hingga 16.00), gunakan topi atau pelindung kepala, jangan pernah meninggalkan anak di dalam mobil yang terparkir, pastikan sirkulasi udara di kereta dorong (stroller) tidak tertutup kain, dan kenakan pakaian yang ringan serta tidak berlapis berlebihan.

Jika Anda mendapati anak dengan gejala heatstroke, segera lakukan pendinginan tubuh secara aktif sambil menunggu bantuan medis: pindahkan ke tempat teduh, buka pakaian berlebih, basahi kulit dengan spons atau semprotan air dingin, tempelkan kompres es atau kain dingin di leher, ketiak, dan selangkangan (tempat pembuluh darah besar berada), serta berikan minum sedikit-sedikit jika anak masih sadar.

Hindari memberikan obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen karena tidak efektif untuk heatstroke dan justru dapat membahayakan. Jika anak pingsan, segera baringkan dalam posisi pemulihan dan pastikan jalan napasnya tetap terbuka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *