Shell Pulihkan Pasokan Solar, Operasional SPBU Tetap Berjalan Normal

Shell Indonesia

ASIAWORLDVIEW – Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kembali tersedia di SPBU Shell per 10 Mei 2026 setelah sempat mengalami kelangkaan sejak awal tahun 2026. Ketersediaan ini menjadi kabar baik bagi konsumen, terutama sektor transportasi dan industri yang sangat bergantung pada solar sebagai sumber energi utama.

Solar dibanderol dengan harga Rp30.890 per liter, solar di Shell hadir kembali di pasar dengan nilai yang relatif tinggi dibandingkan periode sebelumnya, mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan energi di Indonesia.

Kembalinya solar ke SPBU Shell juga menandakan adanya perbaikan distribusi dan suplai. Alhasil diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap aktivitas ekonomi yang sempat terganggu akibat kelangkaan.

Sebelumnya, perusahaan tersebut mengambil langkah strategis dengan mengalihkan kepemilikan seluruh jaringan SPBU-nya (sekitar 200 unit) kepada perusahaan patungan (joint venture) antara Citadel Pacific Limited dan Sefas Group. Proses divestasi ini dijadwalkan selesai pada tahun 2026.

Baca Juga: Jika Shell Keluar dari Indonesia, Proyek Energi dan Investasi Asing Bisa Terguncang

Shell menjamin bahwa operasional SPBU akan tetap berjalan normal tanpa penutupan. Pelanggan masih dapat mengakses produk BBM dengan merek Shell melalui perjanjian lisensi pasca-pengalihan.

Namun, menjelang akhir 2025, operasional SPBU Shell di Pulau Jawa sempat mengalami gangguan kelangkaan pasokan BBM jenis bensin akibat pembatasan kuota impor oleh pemerintah. Kondisi ini memaksa Shell untuk menyesuaikan jam operasional, mengurangi jumlah hari kerja, hingga merumahkan pekerja sementara waktu. Hingga Oktober 2025, sebagian besar dari sekitar 200 SPBU Shell di Pulau Jawa hanya melayani penjualan solar, dengan stok bensin yang diperkirakan habis total dalam waktu dekat.

Sementara itu, Shell tetap berkomitmen menjalankan bisnisnya yang lain di Indonesia. Bisnis pelumas tetap beroperasi penuh, didukung oleh pabrik pencampuran pelumas (Lubricants Oil Blending Plant) di Marunda yang memiliki kapasitas 300 juta liter per tahun. Selain itu, Shell juga memiliki terminal bahan bakar di Gresik, Jawa Timur. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina untuk memastikan pasokan BBM demi menjaga pelayanan kepada konsumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *