Generasi Muda Dorong Lonjakan Investor Kripto Nasional

Kripto.

ASIAWORLDVIEW – Jumlah investor kripto di Indonesia meningkat drastis hingga mencapai 21,37 juta orang per Maret 2026, naik 1,43% dibanding bulan sebelumnya. Lonjakan ini juga tercermin dari nilai transaksi spot yang mencapai Rp22,24 triliun serta transaksi derivatif sebesar Rp5,80 triliun yang tumbuh 14,26% secara bulanan.

“Masih ada kepercayaan dari masyarakat bahwa pasar kripto bisa memberikan dampak positif bagi portofolio investasi mereka. Kenaikan jumlah investor di tengah fase konsolidasi menunjukkan bahwa banyak masyarakat masih melihat kripto sebagai peluang untuk mendapatkan hasil positif dari aktivitas trading, yang pada akhirnya diharapkan dapat membantu meningkatkan kondisi ekonomi dan kualitas hidup mereka,” ujar CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, dikutip Asiaworldview, Senin (11/5/2026).

Ia menilai prospek perdagangan aset kripto pada kuartal II-2026 berpotensi membaik secara bertahap. Apalagi setelah Bitcoin kembali menembus level psikologis USD80.000 pada awal Mei 2026.

Baca Juga: Pasar Kripto Lesu, Bos Tokocrypto: Tekanan Global Jadi Faktor Utama

Saat ini terdapat 1.464 token kripto yang diperdagangkan di Indonesia dengan dukungan 31 entitas resmi berizin OJK, termasuk bursa, lembaga kliring, pengelola penyimpanan, dan pedagang kripto. Pertumbuhan pesat ini didorong oleh beberapa faktor utama, seperti meningkatnya literasi keuangan digital, kemudahan akses melalui aplikasi populer seperti Indodax dan Pintu, serta minat tinggi dari generasi muda yang menjadikan kripto sebagai alternatif investasi selain saham dan emas.

Selain itu, kejelasan regulasi OJK turut memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem kripto nasional, sehingga mendorong pertumbuhan investor secara berkelanjutan.

Bitcoin masih menjadi barometer utama sentimen pasar kripto. Ketika BTC mampu bertahan di atas level penting seperti kisaran USD78.000-USD80.000, kepercayaan investor biasanya mulai membaik. Namun, pemulihan ini kemungkinan masih selektif karena pasar tetap mencermati faktor makro, inflasi, geopolitik, dan kebijakan moneter global,” jelas Calvin.

Selain pemulihan harga aset utama, Tokocrypto melihat ada beberapa katalis yang dapat mendorong kembali aktivitas perdagangan kripto di Indonesia. Di antaranya adalah kejelasan arah suku bunga The Fed, meredanya ketegangan geopolitik, meningkatnya likuiditas global, serta kebijakan pajak kripto yang lebih kompetitif.

“Pajak yang lebih kompetitif akan membantu meningkatkan daya tarik transaksi melalui exchange resmi di dalam negeri. Ini penting agar aktivitas perdagangan tetap berada di platform yang diawasi regulator, sehingga perlindungan investor dan transparansi pasar tetap terjaga,” kata Calvin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *