Harga Bitcoin Hari Ini Stabil di Tengah Volatilitas Pasar

Bitcoin

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin hari ini, Senin (11/5/2026), menunjukkan kondisi pasar yang relatif stabil namun tetap fluktuatif dalam rentang yang cukup lebar. Di Indonesia, melalui Indodax, harga tercatat sekitar Rp1.404.413.000 per BTC.

Sementara secara global di CoinMarketCap nilainya sedikit lebih tinggi di Rp1.405.901.004 per BTC. Jika dikonversi ke dolar AS, TradingView menampilkan harga USD 80.862 per BTC.

Perubahan dalam 24 jam terakhir cukup moderat, yaitu +0,53% dalam Rupiah dan +0,1% secara global, menandakan adanya dorongan positif meski tidak signifikan. Rentang pergerakan harian berada di antara Rp1.397.894.576 hingga Rp1.435.439.936, yang memperlihatkan volatilitas khas Bitcoin.

Volume perdagangan global dalam 24 jam mencapai Rp545 triliun, mencerminkan tingginya likuiditas dan minat pasar. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi aset kripto dengan kapitalisasi besar dan pergerakan harga yang aktif, sehingga tetap menarik bagi investor maupun trader yang ingin memanfaatkan dinamika pasar.

Baca Juga: Volatilitas Jangka Pendek Warnai Pergerakan Bitcoin

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai sekitar Rp28,15 kuadriliun atau setara dengan USD 1,63 triliun, menjadikannya aset kripto dengan dominasi terbesar di pasar. Angka ini mencerminkan nilai total dari 20,02 juta BTC yang sudah beredar, mendekati batas maksimum suplai 21 juta BTC yang telah ditentukan sejak awal.

Keterbatasan suplai ini menjadi salah satu faktor utama yang mendukung nilai Bitcoin, karena semakin mendekati jumlah maksimum, semakin tinggi potensi kelangkaannya. Meski begitu, performa dalam enam bulan terakhir menunjukkan penurunan sekitar −23% dari puncak harga tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Oktober 2025, yaitu Rp2.197.614.546 per BTC.

Penurunan ini menandakan adanya fase koreksi setelah reli besar, yang umum terjadi dalam siklus pasar kripto. Secara keseluruhan, data ini memperlihatkan bahwa Bitcoin tetap menjadi aset dengan kapitalisasi raksasa, likuiditas tinggi, dan daya tarik kuat bagi investor, meskipun volatilitas jangka pendek masih menjadi tantangan yang harus diperhitungkan.

Suplai Bitcoin yang terbatas pada angka maksimum 21 juta koin menciptakan kelangkaan digital yang terprogram, sehingga menjadi faktor utama yang mendorong harga naik seiring meningkatnya permintaan. Mekanisme ini membuat Bitcoin berbeda dari mata uang fiat yang bisa dicetak tanpa batas oleh bank sentral.

Dengan suplai maksimum 21 juta BTC, Bitcoin meniru sifat emas sebagai aset langka. Semakin mendekati batas tersebut, semakin tinggi persepsi nilainya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *