ASIAWORLDVIEW – Realme C100i resmi diluncurkan di Indonesia sebagai varian termurah dari lini C100 Series. Ponsel ini mengusung baterai berkapasitas besar 7.000 mAh dan dibanderol mulai Rp2,4 jutaan, menjadikannya pilihan menarik di kelas entry-level. Kemampuan daya tahan hingga enam tahun serta konstruksi tangguh yang telah lolos standar militer menjadi nilai jual utama ponsel ini.
“Realme C100i hadir dengan baterai 7000 mAh yang awet dan lebih dari cukup untuk penggunaan sehari-hari. Smartphone ini juga membawa durabilitas serta pengalaman layar yang layaknya seperti realme C100, yang pastinya tetap bisa kalian andalkan untuk aktivitas keseharian,” kata Public Relations Lead realme Indonesia Krisva Angnieszca dalam peluncuran realme C100 series di Jakarta.
Ponsel ini dibekai layar 6,8 Inci dengan resolusi HD+ (1570 x 720 piksel) dan refresh rate 120Hz memberikan pengalaman scrolling dan bermain game yang lebih mulus. Panel IPS LCD dengan teknologi DC dimming membantu mengurangi ketegangan mata.
Baca Juga: Realme C100 Mendarat di Indonesia, Dibekali ArmorShell Protection dan Baterai Jumbo
Chipset Unisoc T7250 Octa-core dioptimalkan untuk kinerja yang stabil. Tersedia tiga varian memori (lihat tabel harga), serta fitur Dynamic RAM Expansion (hingga 18GB RAM virtual) untuk pengalaman multitasking yang lebih lancar.
Ponsel ini juga dilengkapi dengan proteksi ArmorShell yang lolos uji ketahanan jatuh dari ketinggian 2 meter (standar MIL-STD-810H), ketahanan debu dan cipratan IP64, serta sensor sidik jari di samping.\
Kapasitas baterai 7.000 mAh yang diusung realme C100i bukan sekadar angka besar, melainkan sebuah solusi komprehensif untuk mengatasi kecemasan akan daya tahan ponsel di berbagai kondisi ekstrem. Dengan ukuran tersebut, pengguna dapat menikmati penggunaan normal hingga lebih dari dua hari tanpa perlu mengisi daya, bahkan untuk aktivitas berat seperti bermain game atau streaming video.
Keunggulan sesungguhnya terletak pada jaminan kualitas baterai jangka panjang: realme berani menjamin bahwa kesehatan baterai akan tetap berada di atas 80% meskipun telah digunakan selama enam tahun berturut-turut, sebuah standar yang sangat jarang ditemui di kelas ponsel entry-level. Tidak hanya itu, baterai ini dirancang untuk tetap berfungsi optimal dalam rentang suhu lingkungan yang sangat lebar, mulai dari dingin ekstrem -20°C hingga panas terik 53°C
