ASIAWORLDVIEW – Pelabelan pada makanan memiliki peran penting karena menjadi sumber informasi utama bagi konsumen untuk memahami apa yang mereka konsumsi. Label yang jelas dan akurat membantu masyarakat mengetahui kandungan gizi, bahan baku, tanggal kedaluwarsa, serta informasi alergi atau peringatan kesehatan.
Dalam studi terkait Nutri Level di Singapura pada 2023, pelabelan memang dapat menurunkan konsumsi gula dari minuman, tapi tidak memberikan dampak signifikan terhadap konsumsi produk lemak jenuh. Dalam temuan ini, pengaruh sistem Nutri Level terhadap kualitas diet secara keseluruhan juga masih memerlukan kajian lebih lanjut. Temuan lain di Singapura pada 2025 turut menunjukkan bahwa dalam situasi nyata, ketika konsumen dihadapkan pada harga murah, promosi agresif, dan ketersediaan luas produk tidak sehat, pengaruh label menjadi semakin lemah.
“Secara umum, kebijakan pengendalian konsumsi gula, garam, lemak di Indonesia justru masih tertinggal dibandingkan negara lain yang sudah serius melakukan pengendalian penjualan makanan tinggi gula, garam, dan lemak dalam mencegah penyakit tidak menular,” jelas Imas Arumsari, ahli gizi RUKKI, dikutip siaran pers, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: Ahli Nutrisi: Variasi Menu Bergizi Seimbang Dukung Konsentrasi Anak Sekolah
Membaca label makanan sebelum mengonsumsinya merupakan langkah krusial untuk menjaga kesehatan dan keselamatan tubuh, karena label menyediakan informasi transparan tentang apa yang sebenarnya terkandung dalam produk tersebut. Dengan mencermati label, seseorang dapat mengidentifikasi keberadaan alergen seperti kacang, gluten, atau susu yang berpotensi memicu reaksi serius, sehingga risiko syok anafilaksis dapat dihindari.
Selain itu, tabel nilai gizi membantu mengontrol asupan kalori, gula, garam, dan lemak jenuh. Langkah ini sangat penting dalam mencegah penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas.
Informasi tanggal kedaluwarsa juga memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi masih dalam kondisi aman dan belum rusak, melindungi dari risiko keracunan. Lebih jauh, daftar komposisi atau ingredients list memberitahu kita tentang keberadaan bahan tambahan seperti pengawet atau pewarna buatan yang mungkin ingin kita batasi.
“Kebiasaan membaca label memberdayakan konsumen untuk membuat pilihan yang lebih cerdas dan sesuai dengan kebutuhan diet atau kondisi kesehatan spesifiknya,” ia menambahkan.
