Di INABUYER 2026, UMKM Masuk Rantai Pasok Nasional

Inabuyer 2026

ASIAWORLDVIEW – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mengambil peran sentral sebagai mitra penyelenggara dalam gelaran INABUYER B2B2G Expo 2026. Fungsinya menghubungkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan ekosistem pengadaan pemerintah.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan LKPP, Muhammad Aris Supriyanto, dalam pembukaan Inabuyer 2026, Selasa (5/5/2026). Ia menekankan bahwa pameran ini membuka peluang besar untuk memperkuat ekosistem pengadaan yang lebih inklusif, transparan, dan berpihak pada produk dalam negeri.

“Kualitas pengadaan menjadi fokus utama LKPP, baik dari sisi pelaku usaha, barang, maupun harga,” ia mengatakan.

Hingga saat ini, partisipasi pelaku usaha mikro dan kecil dalam transaksi di LKPP terus meningkat. Bahkan telah mencapai sekitar 44% dari total belanja pemerintah melalui proses pengadaan.

Baca Juga: Ekosistem Bisnis Terintegrasi Hadir di INABUYER Expo 2026

“Capaian ini menunjukkan adanya pergeseran positif menuju keterlibatan UMKM dalam ekosistem pengadaan nasional, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah untuk mendorong pemerataan ekonomi melalui kebijakan belanja negara,” ia menambahkan.

Kehadiran lembaga yang dikenal dengan formalitas proseduralnya ini justru menjadi jembatan strategis untuk membuka akses pasar yang lebih konkret bagi usaha kecil. Sekretaris Utama LKPP, Iwan Herniwan, menegaskan bahwa belanja pemerintah memiliki peran strategis untuk memicu pertumbuhan ekonomi dengan mempertemukan kebutuhan pemerintah dan kapasitas UMKM.

INABUYER B2B2G Expo 2026 diarahkan untuk memperkuat keterlibatan langsung UMKM dalam program-program prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Melalui ajang ini, peluang kemitraan nyata dibuka bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk berpartisipasi dalam proyek besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Perumahan Rakyat, hingga Sekolah Rakyat.

Fokus tersebut tidak hanya memberi akses pasar yang lebih luas bagi UMKM, tetapi juga menempatkan mereka sebagai bagian integral dari rantai pasok pembangunan nasional. Pameran ini menjadi wadah strategis untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi inklusif dapat berjalan seiring dengan implementasi kebijakan pemerintah.

Target transaksi yang dicanangkan pun ambisius, yaitu meningkat dari realisasi Rp2,1 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp2,5 triliun pada tahun ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *