ASIAWORLDVIEW – Healing atau proses pemulihan diri secara mental dan emosional sangat penting bagi seseorang. Hal itu memberikan ruang bagi individu untuk melepaskan akumulasi stres, kelelahan, dan tekanan psikologis. Jika terus dipendam dapat memicu gangguan kesehatan mental.
Glico WINGS mengajak Gen Z menemukan momen zen melalui pengalaman menikmati es krim Jepang HAKU Almond Classic Deluxe. Kampanye ini menekankan bahwa menikmati es krim bukan sekadar soal rasa, tetapi juga tentang menciptakan jeda tenang di tengah rutinitas padat. Dengan cita rasa premium khas Jepang dan tekstur lembut yang dipadukan dengan kacang almond, HAKU Almond Classic Deluxe dihadirkan sebagai simbol keseimbangan antara kesenangan dan ketenangan
Mulyarasti Soehoed, Head of Marketing Glico WINGS menjelaskan, “Meskipun dihadapi oleh berbagai tantangan, baik dari sisi pekerjaan, akademik, dan sosial, kami percaya bahwa setiap orang termasuk anak muda berhak memiliki hidup yang terasa seimbang setiap harinya. .
Healing memungkinkan tubuh dan pikiran untuk kembali ke kondisi homeostasis. Selain itu, menurunkan kadar kortisol, memperbaiki kualitas tidur, serta meningkatkan regulasi emosi.
Baca Juga: Rice Soft Candy dari Glico, Bangkitkan Kenangan Masa Kecil
Kegiatan healing, yang bertujuan memulihkan keseimbangan mental, emosional, dan fisik, salah satunya dapat diwujudkan melalui praktik yoga. Yoga bukan sekadar gerakan fisik atau peregangan, melainkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan napas (pranayama), postur (asana), dan meditasi untuk menenangkan sistem saraf
“Keterbatasan waktu yang dimiliki anak muda, kami mendorong semangat kampanye Stay Zen Bareng HAKU untuk menginspirasi Gen Z menciptakan momen zen sejenak secara praktis dan sederhana bersama es krim Jepang HAKU Almond Classic Deluxe. Keistimewaan es krim Jepang rasa vanilla creamy yang dibalut cokelat mewah dan 100% almond panggang tanpa campuran kacang lain ini memberikan pengalaman rasa yang berkesan di lidah dan membuat pikiran terasa lebih tenang serta ringan,” ia menambahkan.
Selain itu, proses ini juga membangun resiliensi: seseorang yang rutin memberikan waktu untuk healing akan lebih mampu menghadapi tantangan selanjutnya tanpa mudah patah, karena ia telah memulihkan energi mental dan perspektif hidup. Tanpa healing, penurunan produktivitas, gangguan hubungan interpersonal, hingga masalah kesehatan fisik seperti tekanan darah tinggi dan sistem imun lemah dapat terjadi.
