Starfindo: Investasi dan Transfer Teknologi China Dorong Daya Saing Indonesia

Maulana Wiga, Head of Investment Starfindo, Perwakilan Kementerian Perindustrian yang mewakili Pemerintah Indonesia, Jumat (27/3/2026), saat ditemui di Shanghai, dalam acara China Investment Fair 2026

ASIAWORLDVIEW – Kolaborasi antara China dan Indonesia mencerminkan sinergi strategis yang menggabungkan dua hal positif dari kedua negara. Kekuatan modal dan teknologi dari China dengan sumber daya alam serta potensi pasar besar yang dimiliki Indonesia.

“Kerja sama ini tidak hanya memperkuat sektor energi, infrastruktur, dan industri manufaktur, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan teknologi baru yang dapat meningkatkan daya saing kedua negara di tingkat global,” sebut Maulana Wiga, Head of Investment Starfindo, Perwakilan Kementerian Perindustrian yang mewakili Pemerintah Indonesia, Jumat (27/3/2026), saat ditemui di Shanghai, dalam acara China Investment Fair 2026.

Dengan dukungan investasi dan transfer teknologi dari China, jelasnya, Indonesia mampu memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alamnya. Selain itu, memperluas akses pasar domestik dan internasional.

Baca Juga: Pathways to Sustainable Development: Visi Bersama China–Indonesia

“Bagi China, kolaborasi ini memberikan keuntungan berupa akses terhadap bahan baku penting dan pasar yang berkembang pesat di Asia Tenggara,” ia menambahkan.

Kolaborasi antara Indonesia dan China hanya dapat berjalan sukses apabila dieksekusi dengan perencanaan bertahap yang jelas dan terintegrasi. Tahap pertama adalah pengelolaan lahan, yang menjadi fondasi bagi pembangunan proyek bersama. Selanjutnya, pembangunan infrastruktur yang memadai diperlukan untuk mendukung aktivitas ekonomi, transportasi, dan konektivitas antarwilayah. Tahap terakhir adalah integrasi, yaitu menyatukan modal, teknologi, sumber daya, dan pasar agar dapat berfungsi secara harmonis. Ketiga elemen ini harus bekerja bersama secara sinergis agar menghasilkan dampak jangka panjang yang berkelanjutan.

“Dengan pendekatan terstruktur, kolaborasi Indonesia–China tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, meningkatkan daya saing regional, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi yang berkesinambungan,” pungkasnya.

Sinergi ini menciptakan hubungan saling menguntungkan. Juga memperkuat stabilitas ekonomi regional, serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan yang berbasis pada inovasi dan pemanfaatan potensi masing-masing negara.