ASIAWORLDVIEW – Kemunculan Non-Fungible Token (NFT) pada tahun 2021 sempat menghebohkan di dunia investasi. Aphirnya, membuat merek-merek besar seperti Nike dan Adidas bergegas memasuki pasar aset digital.
Namun pasar yang bearish dan memudarnya sentimen terhadap NFT mendorong beberapa raksasa untuk mundur pada tahun 2024. Salah satu jalan keluar yang paling signifikan adalah keputusan Nike untuk menutup RTFKT, studio mode dan teknologi yang diakuisisinya pada tahun 2021 dengan jumlah yang tidak diungkapkan. Sebelum langkah Nike, Starbucks menghentikan program loyalitas Web3-nya, Starbucks Odyssey, yang dioperasikan oleh raksasa kopi itu di blockchain Polygon.
Baca Juga: Santa Apes Christmas Club, NFT yang Dibuat dengan Semangat Natal
RTFKT, perusahaan fashion dan teknologi digital yang diakuisisi Nike pada tahun 2021, ditutup. “Hari ini kami mengumumkan rencana untuk menghentikan operasi RTFKT,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
DraftKings, pemain utama dalam industri olahraga fantasi dan sportsbook, tiba-tiba menghentikan keterlibatannya dengan NFT, menutup permainan fantasi DraftKings Reignmakers setelah beberapa tahun beroperasi. Langkah ini dilakukan di tengah gugatan class action dari pengguna dan pertanyaan peraturan yang masih ada.
Namun meski beberapa merek besar mengambil langkah mundur, setidaknya ada satu merek yang membuat gebrakan besar di Web3. McDonald’s melakukan kolaborasi penting, bekerja sama dengan koleksi NFT Doodles untuk kampanye bertema liburan. Kolaborasi ini membawa branding NFT ke dunia fisik dengan cangkir kopi liburan khusus yang tersedia di lokasi McDonald’s. Hal ini menandakan bahwa bahkan di pasar NFT yang lebih tenang, beberapa merek masih melihat potensi dalam integrasi kreatif.
