Merayakan Idul Fitri di Tanah Suci, Khusyuk dan Penuh Makna

ASIAWORLDVIEW – Idul Fitri selalu menjadi momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun, cara merayakannya bisa sangat bervariasi dari satu negara ke negara lain. Hal ini termasuk perayaan Idul Fitri di Arab Saudi, yang dikenal dengan suasananya yang sederhana dan khusyuk serta pengabdian yang mendalam dalam beribadah.

Tradisi Idul Fitri di Arab Saudi juga sering menarik perhatian. Apalagi bagi mereka yang pernah merayakan atau berencana merayakan Idul Fitri Tanah Haram, dikutip Al Arabiya, Senin (23/3/2026).

Salah satu tradisi Idul Fitri di Arab Saudi yang membuat pagi hari terasa sangat bermakna adalah Fatur Idul Fitri. Tradisi ini melibatkan berkumpul untuk sarapan bersama setelah salat Idul Fitri di rumah anggota keluarga tertua.

Bukan sekadar sarapan biasa, karena seluruh anggota keluarga besar menikmati hidangan tradisional. Misalnya debyaza (aprikot yang dicampur dengan berbagai macam kacang) dan nady (daging domba atau kambing). Selain itu, berbagai jenis roti dan hidangan berbahan dasar keju wajib ada di atas meja makan. Tradisi ini menjadi momen berharga untuk berbagi cerita dan kebahagiaan setelah menyelesaikan puasa selama sebulan penuh.

Baca Juga: Idul Fitri, Merayakan Kemenangan dan Rasa Syukur kepada Allah SWT

Kembang api juga menerangi banyak kota besar, seperti Abu Dhabi, Riyadh, Jeddah, Hail, Al-Khobar, dan lainnya. Biasanya, pertunjukan ini diadakan pada malam pertama Idul Fitri, disertai dengan serangkaian acara, seperti pertunjukan teater atau pertunjukan musik live.

Saat Idul Fitri tiba, anak-anak di Arab Saudi juga menantikan tradisi seru yang disebut Al-Hawwamah. Tradisi ini melibatkan anak-anak yang mengenakan pakaian baru dan berkumpul bersama untuk merayakan Idul Fitri dengan penuh kegembiraan dan keceriaan.

Mereka berkeliling dari rumah ke rumah di lingkungan mereka sambil menyanyikan lagu-lagu Idul Fitri tradisional. Sebagai balasannya, pemilik rumah memberi mereka permen, camilan, atau sejumlah uang kecil sebagai bentuk berbagi kebahagiaan.

Terdapat tradisi membacakan puisi adalah tradisi Idul Fitri lainnya di Arab Saudi yang menambah semarak perayaan. Di beberapa wilayah, terutama di kalangan komunitas dan keluarga tradisional, puisi tetap menjadi bagian penting dari perayaan Idul Fitri.

Puisi-puisi tersebut umumnya berfokus pada tema-tema keagamaan, kegembiraan menyambut berakhirnya bulan Ramadan, serta ungkapan syukur atas berkah yang diterima.

Setelah menyelesaikan kunjungan keluarga, tradisi Idul Fitri berikutnya di Arab Saudi adalah menghadiri pawai seni atau musik. Selama acara-acara ini, orang-orang berbondong-bondong ke ruang publik untuk menikmati pawai yang semarak dan meriah.

Banyak kelompok tari menampilkan tarian tradisional, sementara musisi memainkan alat musik tradisional untuk memeriahkan perayaan. Di kota-kota besar, perayaan ini sering kali dilengkapi dengan parade kendaraan yang dihias, pertunjukan jalanan, dan kembang api yang menerangi langit malam. Beberapa festival bahkan menampilkan penyanyi lokal dan artis internasional, sehingga membuat perayaan semakin meriah.