Pakar: Jam Tidur Bergeser Saat Ramadan, Regenerasi Kulit Terganggu

Ilustrasi kulit sensitif

ASIAWORLDVIEW – Selama puasa, perubahan pola makan, hidrasi, dan jam tidur dapat memengaruhi kondisi kulit secara signifikan. Asupan cairan yang terbatas di siang hari bisa membuat kulit lebih mudah kering dan kusam, sementara pola makan yang tidak seimbang berpotensi memicu jerawat atau iritasi.

Selain itu, jam tidur yang bergeser sering kali mengganggu proses regenerasi alami kulit. Alhasil kulit tampak lelah dan kurang segar.

Hal itu diungkapkan dr. Maria Clarissa Wiraputranto, Sp.D.V.E, Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika YPK Mandiri. Ia mengingatkan bahwa perubahan pola makan, hidrasi, dan jam tidur
selama puasa dapat memengaruhi kondisi kulit.

Baca Juga: Era Baru Kesehatan Perempuan: Inovasi Pusat Estetika dan Ginekologi Nasional

“Penting untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan antara waktu berbuka hingga sahur, mengonsumsi makanan bergizi seperti yang kaya antioksidan dan protein, serta menjaga rutinitas perawatan kulit yang sederhana namun konsisten,” ia mengatakan.

Jam tidur yang bergeser sering kali mengganggu proses regenerasi alami kulit, sehingga kulit tampak lelah dan kurang segar. Menjaga hidrasi dengan cukup minum air saat sahur dan berbuka, memilih makanan bergizi yang kaya vitamin serta antioksidan, dan tetap berusaha menjaga kualitas tidur menjadi langkah penting agar kesehatan kulit tetap terjaga selama bulan puasa.

“Kualitas tidur dan pengelolaan stres erperan penting dalam proses regenerasi sel kulit. “Dengan menjaga hidrasi, nutrisi, dan pola hidup yang seimbang, kesehatan kulit tetap dapat terjaga selama menjalani puasa,” tutup dr. Maria.