Clock NFT, Simbol Perjuangan Julian Assange di Dunia Digital

NFT.

ASIAWORLDVIEW – Non-Fungible Token atau NFT Clock by Pak bekerja sama dengan Julian Assange sempat mencuri perhatian. Titik di mana NFT melangkah keluar dari seni dan langsung masuk ke aktivisme.

Karya ini persis seperti namanya, sebuah timer digital langsung yang menghitung jumlah hari Assange ditahan. Ia diperbarui secara terus-menerus, mengubah waktu itu sendiri menjadi karya seni. Ide sederhana, pesan yang kuat.

NFT ini dijual seharga USD52,7 juta (sekitar 16.593 ETH) pada Februari 2022, bukan kepada pembeli tunggal melainkan kepada kolektif bernama AssangeDAO, kelompok terdesentralisasi yang dibentuk khusus untuk mendukung Assange.

Baca Juga: Pasar NFT Kembali Bergeliat, Animoca Brands Akuisisi Somo Perluas Ekosistem Blockchain

Dana tersebut digunakan untuk pembelaan hukumnya, menjadikan ini salah satu dari sedikit NFT di mana pembeliannya juga merupakan pernyataan politik.

Clock unik bukanlah kelangkaan atau estetika, melainkan tujuannya. Kepemilikan di sini bukan tentang pamer kekayaan, melainkan mendukung suatu perjuangan.

Hingga 2026, NFT ini belum dijual kembali dan tidak berfungsi dalam pasar konvensional. Tidak ada harga dasar, tidak ada perdagangan aktif, hanya nilai simbolis. Kini, NFT ini lebih merupakan pernyataan yang beku dalam waktu daripada aset.