Investor Kripto Jadi Target, Jaringan Penculikan Terkoordinasi di Prancis

Ilustrasi suasana ketuk palu di pengadilan.(Pexe/katerina-bolovtsoval)

ASIAWORLDVIEW – Lebih dari 40 kasus penculikan terkait kripto terjadi di Prancis antara Juli 2023 dan akhir 2025. Bukti menunjukkan bahwa penculikan tersebut dikoordinasikan oleh penyelenggara di luar negeri, menurut otoritas penegak hukum Prancis.

Sebuah laporan rahasia dari Layanan Informasi, Intelijen, dan Analisis Strategis Kejahatan Terorganisir Kepolisian Judisial (SIRASCO) mengungkap temuan tersebut, seperti dilaporkan oleh media Prancis Franceinfo.

Penculikan-penculikan tersebut umumnya direncanakan oleh penyelenggara yang berbasis di luar negeri yang berkoordinasi dengan perekrut di Prancis, menurut laporan tersebut. Perekrut menghubungkan penyelenggara dengan individu muda yang memiliki catatan kriminal dan melakukan intimidasi online serta serangan fisik.

Baca Juga: Korea Utara Dominasi Peretasan Kripto, USD2 Miliar Raib dengan Strategi Canggih

Korban umumnya adalah pria berusia antara 20 dan 35 tahun yang terlibat dalam aset digital sebagai investor, pengusaha, atau influencer, seperti yang disebutkan dalam laporan. Banyak korban memamerkan kekayaan mereka di platform media sosial, memungkinkan penculik memantau rutinitas harian mereka dan anggota keluarga mereka, yang juga menjadi target.

Serangan fisik terhadap pemegang cryptocurrency kini menjadi ancaman struktural bagi kepemilikan aset digital, menurut firma keamanan blockchain CertiK. Firma tersebut melaporkan pada awal bulan ini bahwa “serangan wrench” — insiden di mana pelaku kejahatan menggunakan kekerasan, intimidasi, atau penahanan untuk memaksa pemegang cryptocurrency mengungkapkan kunci pribadi atau kata sandi — meningkat sebesar 75% tahun lalu.

CertiK mencatat 71 insiden pada tahun 2025 yang mengakibatkan kerugian signifikan, mewakili peningkatan 44% secara tahunan, kata perusahaan tersebut.

Penculikan merupakan bentuk serangan wrench yang paling umum, menurut CertiK. Perusahaan keamanan blockchain tersebut juga melaporkan bahwa serangan fisik meningkat sebesar 250% tahun lalu, menunjukkan apa yang mereka gambarkan sebagai “eskalasi kekerasan yang jelas.”

Translated with DeepL.com (free version)