ASIAWORLDVIEW – Pudgy Penguins atau PENGU terus berada di bawah tekanan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Pergerakan harga yang mencerminkan sentimen risk-off yang jelas di seluruh sektor meme dan Non-Fungible Token atau NFT.
Token ini saat ini diperdagangkan di kisaran USD0,006487. Angka ini menandai penurunan 3,9% dalam 24 jam terakhir, dengan pergerakan intraday berkisar antara USD0,006294 dan USD0,006958.
Meskipun terjadi koreksi, aktivitas perdagangan tetap tinggi, dengan volume 24 jam di atas $134 juta, menunjukkan bahwa partisipasi pasar tidak surut meskipun harga melemah.
Laporan airdrop menambah tekanan pada sentimen PENGU. Salah satu faktor utama yang membebani sentimen adalah temuan penelitian terbaru dari Delphi Digital yang diterbitkan pada 4 Juni.
Secara khusus, dalam penelitian tersebut, Delphi menganalisis cryptocurrency Pudgy Penguins (PENGU), Uniswap (UNI), Arbitrum (ARB), Jupiter (JUP), Venice Token (VVV), dan Monad (MON).
Baca Juga: NFT Menuju Fase Baru: Dari Avatar ke Aset Dunia Nyata
Laporan tersebut menyoroti bahwa antara 78% hingga 94% dompet yang menerima token airdrop cenderung menjualnya dalam 90 hari.
Token yang dijual setelah airdrop | Sumber: Delphi Digital. Data ini menjadi fokus utama dalam pembahasan seputar PENGU, mengingat basis pemegangnya yang didominasi oleh penerima distribusi.
Implikasinya jelas: sebagian besar pasokan yang terkait dengan penerima airdrop cenderung kembali beredar di pasar dengan cepat. Hal ini menciptakan tekanan jual yang berkelanjutan, terutama ketika permintaan baru gagal menyerap pasokan dengan kecepatan yang sama.
Bagi PENGU, hal ini telah menyebabkan meningkatnya kehati-hatian di kalangan pedagang. Kini sedang mengevaluasi kembali perilaku penahanan jangka pendek.
Segmen meme dan NFT secara umum juga sedang melemah, sehingga memperkuat dampak dari laporan tersebut. Ketika sentimen pasar sudah rapuh, kekhawatiran struktural mengenai distribusi token cenderung mempercepat pergerakan turun daripada memicu reaksi yang terisolasi.
