Mengungkap Sejarah Panjang Valentine`s Day yang Jatuh Tiap 14 Februari

Valentine's day

ASIAWORLDVIEW – Hari Valentine dianggap sebagai perayaan kasih sayang yang jatuh setiap tanggal 14 Februari. Awalnya, hari ini berakar dari kisah Santo Valentine, seorang imam di Italia pada abad ke-3 Masehi. Ia dihukum karena menentang larangan Kaisar Romawi dengan menikahkan pasangan muda secara diam-diam.

Seiring waktu, peringatan tersebut berkembang dan bercampur dengan tradisi Romawi kuno seperti festival Lupercalia, hingga akhirnya menjadi simbol cinta dan romansa.

Baca Juga: Dari Surat Rahasia ke Hadiah Valentine: Mawar Jadi Simbol Cinta Sejak Abad ke-18

Di zaman modern, Hari Valentine seringkali identik dengan hadiah romantis, simbol berbentuk hati, dan ungkapan cinta yang penuh perasaan. Kini, Hari Valentine dirayakan di berbagai belahan dunia dengan cara yang lebih modern, seperti memberikan bunga, cokelat, kartu ucapan, atau sekadar menghabiskan waktu bersama orang terkasih.

Sejarah Singkat

Valentine's Day
Valentine’s Day

Selama pemerintahan singkat Kaisar Claudius II Gothicus, yang berkuasa dari tahun 268 hingga 270 M, Santo Valentine dilaporkan bekerja sebagai imam di Roma, mengutip dari laman Webster, Sabtu (14/2/2026).

Sumber-sumber Kristen kemudian mengklaim bahwa ia melakukan upacara pernikahan secara rahasia untuk pasangan Kristen, yang menempatkannya dalam oposisi langsung terhadap dekrit kekaisaran yang melarang praktik semacam itu.

Menurut tradisi kemudian, Claudius melarang pemuda untuk menikah agar mereka lebih bersedia bergabung dengan tentara, tetapi klaim ini tidak didukung oleh bukti sejarah namun sering diulang dalam literatur devosional.

Pihak berwenang Romawi menangkap Valentine karena pembangkangannya dan memenjarakannya sambil menunggu eksekusi.

Menurut beberapa versi, Valentine menjalin persahabatan dengan putri penjaga penjara selama penahanannya. Dalam beberapa versi legenda, ia menyembuhkan kebutaan putri penjaga penjara melalui doa dan meninggalkan pesan terakhir yang ditandatangani “dari Valentine-mu”.

Dalam catatan gereja lainnya, terdapat perbedaan pendapat tentang apakah martir tersebut adalah imam Romawi atau uskup dari Terni di Italia tengah. Karena keduanya dilaporkan meninggal pada 14 Februari dan dimakamkan di dekat Via Flaminia, kisah mereka akhirnya menyatu.

Dalam kalender gerejawi yang masih ada seperti Martyrologium Hieronymianum, hanya nama “Valentinus” yang tercantum tanpa penjelasan, yang membuat penulis kemudian sulit membedakan individu-individu tersebut.

Basilika San Valentino di Terni, yang secara tradisional dipercaya sebagai tempat pemakaman uskup, kemudian menjadi tempat ziarah. Seiring waktu, penulis-penulis keagamaan mengembangkan fakta-fakta yang minim menjadi narasi dan sastra.