Tether Luncurkan Stablecoin USAT, Diawasi Ketat oleh AS

Stablecoin

ASIAWORLDVIEW – Tether mengumumkan stablecoin USAT-nya kini tersedia untuk diperdagangkan dan akan diterbitkan oleh Anchorage Digital. Langkah ini memberikan jalur menuju kepatuhan sesuai dengan Undang-Undang GENIUS.

Perusahaan yang berbasis di El Salvador tersebut mengatakan stablecoin—yang diluncurkan di beberapa bursa kripto, termasuk Kraken dan Crypto.com—dirancang khusus untuk pasar AS, dengan status Anchorage sebagai bank aset digital yang diakui secara federal menempatkan produk tersebut di bawah pengawasan Kantor Amerika Serikat (AS).

CEO Tether, Paolo Ardoino, dilaporkan meremehkan angka-angka sebelumnya, menggambarkan angka-angka tersebut sebagai kesalahpahaman terhadap niat perusahaan.

Penerbit Tether telah mundur dari ambisi awalnya untuk mengumpulkan dana baru sebesar USD20 miliar setelah menemui resistensi investor. Apalagi terhadap valuasi perusahaan.

Baca Juga: Tether Diversifikasi Cadangan: Emas Jadi Pilar Baru di Tengah Rekor

Hal ini terjadi sekitar dua bulan setelah Tether menjajaki penggalangan dana sebesar USD15 hingga USD20 miliar yang akan menempatkannya di antara perusahaan swasta paling berharga di dunia. Penasehat telah membahas penggalangan dana sebesar USD5 miliar setelah penolakan dari investor, menurut laporan Financial Times.

“Angka itu bukan tujuan kami. Itu adalah batas maksimal yang siap kami jual,” kata Ardoino dalam wawancara yang dikutip dalam laporan tersebut. “Jika kami menjual nol, kami juga akan sangat senang.”

Upaya penggalangan dana ini dianggap sebagai langkah untuk memperkuat kredibilitas Tether dan hubungan dengan investor, meskipun perusahaan menyatakan tidak membutuhkan modal baru. Tether tetap sangat menguntungkan dan telah menarik minat dengan valuasi USD500 miliar, kata Ardoino.

Ardoino juga mengakui bahwa pihak dalam perusahaan enggan menjual saham, sehingga membatasi jumlah ekuitas yang dapat ditawarkan meskipun permintaan investor muncul.

Tether menerbitkan USDT, token yang dipatok ke dolar AS dengan peredaran sekitar $185 miliar yang berfungsi sebagai mata uang cadangan pasar kripto global. Perusahaan tersebut menyatakan menghasilkan sekitar $10 miliar laba tahun lalu, sebagian besar dari bunga yang diperoleh dari aset yang mendasari USDT, termasuk obligasi pemerintah AS.