ASIAWORLDVIEW – Pada musim hujan, paparan sinar matahari yang menjadi sumber utama vitamin D bagi tubuh cenderung berkurang. Hal itu karena intensitas cahaya matahari lebih rendah dan aktivitas luar ruangan juga menurun.
Kondisi ini dapat menyebabkan risiko kekurangan vitamin D yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, sistem imun, serta metabolisme tubuh. Pakar ksehatan menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D.
“Aasupan vitamin D alami dari sinar matahari bisa berkurang selama musim hujan, jadi perlu ditambah dengan mengonsumsi makanan sumber vitamin D,” sebut Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), dikutip Asiaworldview, Sabtu (31/1/2026).
Makanan yang kaya vitamin D antara lain ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden, telur (terutama kuningnya). Selain itu, hati sapi, jamur tertentu, serta produk olahan susu dan sereal yang telah diperkaya vitamin D.
Baca Juga: Mandi Air Hangat Setelah Kehujanan, Jaga Daya Tahan Tubuh
Vitamin D merupakan nutrisi penting yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang, gigi, dan sistem kekebalan tubuh. Selain bisa diperoleh dari paparan sinar matahari, kebutuhan vitamin D juga dapat dipenuhi melalui konsumsi makanan. Ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden adalah sumber alami vitamin D yang sangat baik. Telur, khususnya bagian kuningnya, juga mengandung vitamin D dalam jumlah signifikan.
Hati sapi dan beberapa jenis jamur, seperti jamur maitake dan shiitake, dapat menjadi alternatif sumber vitamin D nabati. Selain itu, banyak produk olahan seperti susu, yogurt, margarin, dan sereal yang telah difortifikasi dengan vitamin D untuk membantu memenuhi kebutuhan harian.
Mengonsumsi makanan tersebut secara rutin sangat dianjurkan, terutama pada musim hujan atau saat paparan sinar matahari terbatas, agar tubuh tetap mendapatkan asupan vitamin D yang cukup untuk mendukung kesehatan secara menyeluruh.
“Dengan meningkatkan asupan vitamin D melalui makanan, tubuh tetap dapat memenuhi kebutuhan harian meskipun paparan sinar matahari terbatas, sehingga daya tahan tubuh lebih terjaga dan kesehatan tetap optimal sepanjang musim hujan,” ia menambahkan.
