ASIAWORLDVIEW – Ragam kuliner tradisional di Ngong Ping Village 360 memberikan dimensi tambahan dalam perjalanan wisata. Apalagi bagi penggemar makanan klasik Hong Kong. Setiap sajian bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita dan kebiasaan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Pengalaman wisata tidak hanya berhenti pada panorama alam dan kekayaan budaya, tetapi juga berlanjut ke petualangan rasa yang merepresentasikan karakter khas Hong Kong. Area ini dirancang sebagai desa tematik yang hidup, tempat pengunjung dapat berjalan santai sambil menikmati suasana tradisional yang berpadu dengan sentuhan modern, lengkap dengan deretan kafe dan gerai lokal yang menggoda selera.
“Menikmati makanan di tengah atmosfer desa yang tenang, dengan latar arsitektur khas dan hiruk-pikuk wisatawan dari berbagai negara, membuat pengalaman bersantap terasa lebih autentik,” Managing Director Ngong Ping 360, James Tung menjawab pertanyaan dari Asiaworldview.
Baca Juga: Petualangan Unik di Ngong Ping 360, Menumpangi Cable Car Terpanjang se-Asia

“Di area Village, nikmati hidangan klasik Hong Kong seperti roti nanas, teh susu, dan telur orak-arik di Chrisly Café, atau camilan lokal yang baru matang seperti egg waffles di Color ChaCha,” ia menjelaskan.
Salah satu persinggahan yang menarik adalah Chrisly Café, sebuah kafe yang menghadirkan nuansa klasik ala Hong Kong. Di sini, pengunjung dapat mencicipi roti nanas (pineapple bun) yang lembut dengan aroma mentega yang hangat. Meski tanpa isian nanas, roti ini justru menjadi ikon kuliner yang tak terpisahkan dari budaya setempat.
Roti tersebut paling nikmat disantap bersama teh susu khas Hong Kong, yang memiliki rasa creamy dan seimbang, hasil perpaduan teh hitam yang kuat dengan susu yang lembut.
Jangan lupakan Color ChaCha yang menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang ingin mencicipi camilan jalanan populer. Gerai ini dikenal dengan egg waffles yang dipanggang segar, menghasilkan tekstur renyah di bagian luar namun tetap lembut dan berongga di dalam.
Aromanya yang harum kerap mengundang pengunjung untuk berhenti, membeli, lalu menikmatinya sambil berjalan menyusuri Ngong Ping Village. Camilan ini bukan sekadar pengganjal lapar, melainkan bagian dari tradisi street food Hong Kong yang sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari warganya.
“Momen ini menjadi cara sederhana namun berkesan untuk mengenal Hong Kong lebih dekat, melalui cita rasa yang disajikan hangat di jantung Ngong Ping Village,” tutupnya.
