ASIAWORLDVIEW – JBA hadir sebagai rumah lelang kendaraan yang mampu menjawab kebutuhan tersebut dengan pendekatan yang lebih modern dan berorientasi pada kenyamanan peserta. Proses lelang mobil di JBA dirancang agar terasa lebih bersahabat namun tetap menjunjung standar keamanan tinggi, sebuah kombinasi penting bagi konsumen otomotif masa kini yang semakin kritis dan terinformasi.
Deny Gunawan, COO JBA Indonesia, menjelaskan, Selasa (27/1/2026), Fondasi utama yang memperkuat kepercayaan peserta adalah prinsip transparansi. Setiap unit kendaraan yang masuk ke jalur lelang dibekali identitas yang jelas melalui nomor LDK (Lot Data Kendaraan) dan tercatat secara resmi dalam katalog JBA. Informasi ini mencakup detail spesifikasi kendaraan, tahun produksi, hingga gambaran kondisi unit, sehingga peserta dapat melakukan verifikasi dan analisis sebelum mengajukan penawaran.
“Proses lelang mobil di JBA dilakukan dengan sistem yang aman dan transparan. Setiap peserta lelang terlebih dahulu mendapatkan informasi lengkap mengenai kendaraan yang akan dilelang, termasuk nomor LDK berfungsi sebagai identitas unik bagi setiap mobil. Data ini menjadi “lembar riwayat” penting untuk menilai potensi dan nilai sebuah kendaraan secara objektif,” sebutnya dalam diskusi bersama dengan media.
Baca Juga: Strategi Hankook Perkuat Posisi di Pasar Otomotif Indonesia
Nomor LDK ini menjadi acuan utama untuk memastikan bahwa setiap unit dapat dilacak secara akurat, sehingga tidak terjadi kekeliruan antara satu kendaraan dengan yang lain. Dengan adanya sistem identifikasi yang jelas, peserta lelang dapat merasa lebih aman dan percaya diri dalam melakukan penawaran.
“Data kendaraan yang mereka pilih sudah terverifikasi dan transparan. Hal ini juga mencerminkan komitmen JBA dalam menjaga profesionalisme serta memberikan pengalaman lelang yang tertib dan terpercaya,” ia menambahkan.
Selain itu, JBA menyediakan katalog resmi pada setiap sesi lelang, di mana nama dan detail kendaraan tercantum secara rinci. Dengan adanya katalog ini, peserta dapat memverifikasi data sebelum melakukan penawaran, sehingga proses lelang berjalan tertib, akurat, dan memberikan rasa aman bagi semua pihak yang terlibat.
Mr. Kazuhiro Shioyama, CEO JBA Indonesia menambahkan, aturan penawaran disampaikan secara konsisten dan mudah dipahami. Alhasil seluruh peserta berada pada posisi yang setara.
“Proses ini meminimalkan ruang terjadinya kecurangan sekaligus menjaga dinamika lelang tetap sehat dan kompetitif. Atmosfer lelang pun terasa lebih profesional, bukan sekadar adu cepat, melainkan proses strategis yang mengandalkan perhitungan matang,” ia amenyebutkan
