Pakar: Konsumsi Gula Berlebihan Picu Peradangan dan Risiko Penyakit Kronis

Makanan manis yang menggugah selera

ASIAWORLDVIEW – Konsumsi makanan manis secara berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan karena tingginya kadar gula dalam tubuh dapat meningkatkan peradangan. Gula berlebih menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah yang memicu pelepasan insulin secara berulang, sehingga tubuh rentan mengalami resistensi insulin.

dr. Irwan Heriyanto menjelaskan, kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko diabetes tipe 2, tetapi juga memperburuk peradangan kronis. Akhirnya, menjadi pemicu penyakit jantung, obesitas, hingga gangguan metabolisme.

“Gula berlebih dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, mempercepat proses penuaan sel, serta meningkatkan risiko penyakit liver berlemak non-alkoholik. Kebiasaan mengonsumsi makanan manis tanpa kontrol dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai penyakit serius yang berdampak jangka panjang pada kesehatan,” sebutnya dalam acara diskusi.

Baca Juga: 90% Orang Alami Ngidam Makanan Manis, Ini Cara Mengendalikannya

Asupan gula dalam tubuh tidak hanya berasal dari makanan atau minuman manis yang jelas berbahan dasar gula, tetapi juga dari sumber karbohidrat harian seperti nasi, roti, atau mie yang di dalam proses pencernaan akan diubah menjadi glukosa.

“Penting untuk lebih bijak dalam memilih makanan dan mengatur pola konsumsi. Mindset bahwa rasa manis hanyalah kenikmatan sesaat di mulut perlu ditanamkan agar tidak berujung pada konsumsi berlebihan yang membebani tubuh,” ia menambahkan.

Dengan kesadaran ini, seseorang dapat lebih mudah mengendalikan porsi, memilih sumber karbohidrat kompleks yang lebih sehat, serta menjaga keseimbangan nutrisi sehingga tubuh tetap mendapatkan energi tanpa harus menanggung risiko kesehatan akibat gula berlebih.

“Rasanya enaknya cuma di mulut saja. Jadi itu yang mungkin dicamkan di kita bahwa sebetulnya apa yang kita makan itu hanya untuk cukup saja, jangan terlalu berlebihan,” tegasnya lagi.