Riset: Asia Jadi Pusat Dinamika Baru Pariwisata Global

Bali

ASIAWORLDVIEW – Asia saat ini berada di garis depan tren pariwisata yang muncul, didorong oleh kombinasi faktor ekonomi, sosial, dan teknologi. Pasar yang sedang berkembang memberikan peluang besar bagi pertumbuhan industri perjalanan, sementara destinasi baru terus bermunculan dan menarik minat wisatawan global. Inovasi teknologi, mulai dari aplikasi perjalanan hingga sistem pembayaran digital, semakin memudahkan pengalaman wisata.

Proses visa yang disederhanakan juga berperan penting dalam meningkatkan aksesibilitas, diikuti oleh perluasan rute penerbangan yang membuka konektivitas ke lebih banyak kota dan negara. Selain itu, peningkatan infrastruktur pariwisata, seperti hotel, transportasi, dan fasilitas publik, memperkuat daya tarik kawasan ini. Semua faktor tersebut menjadikan Asia sebagai pusat dinamika baru dalam industri pariwisata global, dengan potensi besar untuk terus berkembang di masa depan.

Omri Morgenshtern, Chief Executive Officer Agoda, berbagi, “Lanskap perjalanan berkembang dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan Asia berada di garis depan tren yang muncul. Penelitian kami menemukan bahwa hal ini didorong oleh pasar yang sedang berkembang, destinasi baru, inovasi teknologi, proses visa yang disederhanakan, perluasan rute penerbangan, peningkatan infrastruktur pariwisata, dan banyak lagi. Dengan begitu banyak bagian yang bergerak, tahun 2026 terasa seperti awal dari era baru dalam perjalanan.”

Platform perjalanan digital Agoda telah merilis Laporan Prospek Perjalanan 2026, yang menawarkan analisis komprehensif tentang lanskap industri perjalanan yang terus berkembang di Asia. Laporan ini menyoroti tren dan wawasan utama yang akan memengaruhi perjalanan di tahun mendatang, menekankan penghapusan hambatan lebih lanjut dalam pariwisata dan peran transformatif teknologi dalam meningkatkan pengalaman perjalanan.

Baca Juga: Wisata Kuliner dan Budaya Bikin Orang Indonesia Antusias untuk Berlibur

Berdasarkan survei dan wawasan industri, laporan ini mengidentifikasi wawasan utama yang siap membentuk industri perjalanan pada tahun 2026. Upaya untuk mengurangi hambatan dalam perjalanan terlihat di seluruh Asia, dalam infrastruktur perjalanan udara, kebijakan visa, dan keuangan digital, membuka jalan bagi peningkatan pariwisata intra-regional dan internasional.

Maskapai penerbangan di Asia Pasifik dijadwalkan akan menerima sekitar 615 pesawat baru pada tahun 2026. Selain itu, inovasi AI mendorong konvergensi layanan perjalanan, dengan para pelancong semakin mengharapkan teknologi tersebut untuk memberikan inspirasi perjalanan dan meningkatkan proses pemesanan. Responden dalam survei Agoda menyatakan bahwa harga tetap menjadi faktor penting bagi para pelancong saat memilih akomodasi, dengan konsumen yang cerdas mencari penawaran menarik yang memungkinkan mereka menikmati lebih banyak pengalaman dan mengunjungi lebih banyak destinasi.

Destinasi sekunder terus mendapatkan popularitas karena para pelancong mencari pengalaman budaya yang otentik dan mendalam. Perjalanan berbasis pengalaman, termasuk konser dan wisata kuliner, menjadi arus utama, dengan para pelancong memprioritaskan pengalaman yang berkesan daripada sekadar mengunjungi destinasi.

Menurut laporan tersebut, merangkul kemajuan teknologi dan tetap gesit dalam menghadapi perubahan akan sangat penting saat industri perjalanan menatap ke depan hingga tahun 2026. Dengan lebih dari 6 juta properti liburan, lebih dari 130.000 rute penerbangan, dan lebih dari 300.000 aktivitas yang tersedia, Agoda menawarkan pilihan perjalanan untuk semua jenis wisatawan.