Mendag Budi Santoso: Penguatan Ekosistem Kunci Modest Fashion Indonesia di Pasar Global

Menteri Perdagangan Budi Santoso.

ASIAWORLDVIEW – Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan bahwa penguatan ekosistem merupakan faktor krusial bagi industri mode modest fashion agar mampu bersaing di pasar domestik sekaligus menembus pasar global. Menurutnya, ekosistem yang solid mencakup kolaborasi antara desainer, pelaku usaha, pemerintah, serta dukungan teknologi dan regulasi yang memadai.

Ia menyatakan bahwa kolaborasi antara desainer dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan landasan utama untuk kemajuan industri mode modest domestik.

“Kami ingin terus mendukung pengembangan ekosistem agar industri, desainer, dan konsumen dapat tumbuh bersama,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, dikutip Asiaworldview, Kamis (11/12/2025).

Baca Juga: Indonesia Catat Surplus Perdagangan, Ekspor Manufaktur Penyumbang Terbesar

Dengan adanya ekosistem yang terintegrasi, industri mode modest tidak hanya dapat meningkatkan kualitas produk dan efisiensi distribusi, tetapi juga memperkuat daya saing melalui inovasi dan branding yang konsisten. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai pusat mode modest dunia, sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas di tengah tren global yang semakin mengapresiasi busana berkonsep modest fashion.

“Kunci untuk mendominasi pasar domestik adalah memiliki produk yang kompetitif, meyakinkan konsumen bahwa produk lokal sama baiknya dengan produk asing. Selain itu, memanfaatkan platform e-commerce dan bekerja sama dengan retailer modern juga dianggap esensial,” ia menambahkan..

Ia juga mengajak pelaku industri mode modest untuk menembus pasar ekspor, yang diharapkan dapat memperluas pangsa pasar produk Indonesia secara internasional.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor mode modest Indonesia mencapai USD7,1 miliar pada periode Januari-Oktober 2025, meningkat 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekspor mode modest Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif selama lima tahun terakhir, dari USD6,9 miliar pada 2020 menjadi USD8,4 miliar pada 2024.