ASIAWORLDVIEW – Jake Claver, CEO Digital Ascension Group, mengungkapkan bahwa keluarga-keluarga kaya sedang mengumpulkan XRP dengan kecepatan yang sangat cepat. Menurutnya, ini adalah langkah strategis yang belum banyak disadari oleh pemegang XRP lainnya.
Claver menekankan bahwa kepemilikan XRP masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan populasi global. Saat ini, hanya ada sekitar 8 juta dompet yang terdaftar di XRPL, dan setengah dari dompet tersebut memegang kurang dari 100 XRP. Hal ini menunjukkan bahwa XRP masih berada di awal kurva adopsi, memberikan peluang besar bagi investor yang masuk lebih awal.
Menurut Claver, keluarga kaya yang mulai berinvestasi dalam XRP tidak mencari keuntungan cepat. Mereka sudah memiliki kekayaan yang cukup dan melihat XRP sebagai bentuk asuransi untuk melindungi kekayaan yang telah mereka kumpulkan. Investasi ini lebih ditujukan sebagai lindung nilai dalam portofolio mereka, terutama terhadap potensi guncangan di pasar tradisional.
Baca Juga: Komunitas Kripto Waspada, Transfer Besar XRP ke Ripple di Tengah Penurunan Harga
Claver optimis bahwa XRP dapat mencapai harga USD10.000 pada akhir 2026 atau awal 2027. Prediksi ini didasarkan pada pengembangan infrastruktur ekosistem di XRPL, termasuk sistem keuangan, peluncuran Evernorth, mekanisme pinjaman on-chain, dan perubahan baru pada XRP Ledger yang akan menambahkan lapisan kepatuhan dan fitur kontrak pintar.
Untuk mencapai stabilitas harga di kisaran empat dan lima digit, Claver menekankan bahwa ledger harus mampu menangani aliran keuangan skala besar. Ia juga menyoroti ETF sebagai faktor utama yang membentuk pasokan dan permintaan, dengan ETF XRP kini mendekati USD1 miliar dalam total aset bersih.
ETF XRP telah menarik sekitar USD897,35 juta dari bursa dan meja OTC sejak diluncurkan dan belum mencatat satu hari pun aliran keluar. Hal ini menandakan permintaan yang meningkat dan dapat menjadi indikator penting bagi investor yang mempertimbangkan XRP sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang mereka.
