InklusiLand 2025 Hadirkan Ruang Kolaborasi untuk Semua Kelompok

Kelompok difabel

ASIAWORLDVIEW – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa menghadirkan InklusiLand 2025, sebuah festival inklusi terbesar di Indonesia yang menjadi wadah perayaan keberagaman dan kesetaraan. Festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara masyarakat, komunitas disabilitas, dunia pendidikan, hingga sektor swasta untuk menampilkan karya, inovasi, serta semangat inklusi dalam berbagai bentuk kegiatan.

Cahaya Manthovani, Ketua Pelaksa Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa sekaligus inisiator Inklusiland mengatakan festival ini lahir bukan sebagai sebuah seremonial semata melainkan menjadi gerakan sosial yang dirancang sistematis, monumental, dan berkelanjutan. 

“Inklusi bukan konsep melainkan sikap hadir untuk semua. Kami ingin inklusi tidak berhenti pada panggung, tetapi mengalir menjadi budaya sehingga tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi ruang hidup yang dapat diakses oleh semua,” tuturnya dalam perayaan InklusiLand 2025, yang dikutip Asiaworldview, Senin (8/12/2025).

Baca Juga: Noël Lumière dan Joyful Harmonies untuk Meriahkan Liburan Akhir Tahun

InklusiLand 2025 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan advokasi yang menekankan pentingnya membangun lingkungan yang ramah dan setara bagi semua orang. Dengan menghadirkan pameran, pertunjukan seni, workshop, serta forum diskusi, festival ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran publik bahwa inklusi adalah fondasi utama dalam membangun bangsa yang berkeadilan dan berdaya.

“Festival ini  dirancang sebagai perayaan publik perdana, sekaligus simbol kelahiran “rumah baru” bagi masyarakat penyandang disabilitas, tempat mereka dapat berkarya, dirayakan, dihargai, dan berpartisipasi penuh dalam ekosistem sosial yang inklusif,” ia menambahkan.

Inklusi tumbuh ketika masyarakat membangun ruang bersama dan saling menguatkan. Semangat tersebut kemudian diwujudkan pengalaman multidimensi yang mengintegrasikan inklusivitas sosial dengan keberlanjutan lingkungan. 

“Festival ini dirancang untuk mendukung setidaknya 6 Sustainable Development Goals (SDG’s), melalui rangkaian kegiatan yang menggabungkan inovasi, seni, olahraga adaptif, edukasi keluarga, dan wirausaha inklusif,” pungkasnya.