HomLiv Asal Riau Raih Juara Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas

Shopee Jagoan UMKM

Program reality show Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas yang tayang sejak 5 Oktober 2025 resmi menutup perjalanannya lewat babak final yang disaksikan lebih dari 85 juta penonton. Dalam episode terakhir, empat finalis terbaik harus menaklukkan tantangan menciptakan foto produk, membuat video pemasaran kreatif, dan menjual produk secara langsung melalui Shopee Live selama dua jam.

UMKM asal Riau, HomLiv, keluar sebagai juara pertama. Disusul oleh DS Modest asal Yogyakarta di posisi kedua, Maritim Bag asal Semarang di posisi ketiga, dan Aveka asal Lamongan di posisi keempat. Para pemenang menerima total hadiah Rp1 miliar yang diserahkan langsung oleh Menteri UMKM Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, yang turut hadir dalam acara grand final tersebut.

Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia, Satrya Pinandita, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme masyarakat. “Program ini telah menjadi wadah dalam memberikan dukungan bagi kemajuan UMKM dengan warna dan semangat baru melalui networking, mentorship, serta coaching dari para pakar. Kami mengapresiasi 85 juta penonton yang bersama mendukung perkembangan UMKM agar berdaya saing dan naik kelas,” ujar Satrya.

Empat UMKM Inspiratif di Babak Final

Shopee Jagoan UMKM (Shopee)

Empat grand finalis memperlihatkan perjuangan luar biasa dalam menaklukkan setiap tantangan.
Yudiana Lyn, pemilik HomLiv asal Riau, membawa misi pemberdayaan bagi pengrajin batik kayu di Desa Wisata Krebet, Yogyakarta, yang terdampak perkembangan zaman. Ia menjadikan para pengrajin sebagai produsen utama produk peralatan masak kayu HomLiv.

“Kemenangan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan menerapkan pengetahuan bisnis yang diperoleh dari juri dan mentor. Dengan jaringan dan strategi baru, HomLiv siap melangkah ke skala yang lebih besar serta menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya,” ujar Yudiana.

Sementara itu, Annisa Herdyana, pendiri DS Modest asal Yogyakarta, memikat perhatian juri lewat produk ibadah inovatif yang menggabungkan sentuhan budaya dan teknologi. Setiap produknya dilengkapi fitur penentu arah kiblat agar memudahkan pengguna yang bepergian. “Aku berusaha kasih yang terbaik di setiap tantangan. Sangat senang bisa menjadi bagian dari acara luar biasa ini dan semoga perjuangan kami bisa menginspirasi pengusaha lokal lainnya,” ungkap Annisa.

Dari Semarang, Micheal Kwok dari Maritim Bag menonjol dengan produk tas badminton anak yang sarat nilai cinta Tanah Air. “Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan di Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas. Tantangan dari para juri memberi inspirasi besar untuk terus mengembangkan bisnis agar naik kelas,” ucap Micheal.

Adapun Nurfuat asal Lamongan, seorang guru honorer pesantren, membawa Aveka, brand sepatu batik yang lahir dari semangat inovasi dan kerja keras. “Saya berharap pengalaman di program ini bisa membawa Aveka dan UMKM lain untuk naik kelas. Kesempatan bertemu juri dan mentor luar biasa menjadi pengalaman berharga untuk pengembangan bisnis ke depan,” jelas Nurfuat.

Selain program Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas, Shopee juga memperkenalkan tiga inisiatif lain untuk memperkuat daya saing pelaku usaha lokal, yakni Sukses UMKM Baru, Kampus UMKM Shopee Kelas Online, dan Program Ekspor Shopee Flexi. Setiap program dirancang untuk mendampingi UMKM di berbagai tahapan agar terus tumbuh dan berdaya saing di pasar digital.

Baca juga: 1.300 UMKM Ikut Kompetisi Jagoan Naik Kelas, Rebut Rp1 Miliar