ASIAWORLDVIEW – BINhouse menjadi sorotan saaat menampilkan kreasinya di Jakarta Fashion Week (JFW) 2026. Mengangkat “Bahasa Kain” menjadi bukti bahwa kain Indonesia bukan hanya warisan, tetapi juga bahasa universal yang menyatukan generasi dan identitas
Obin—pendiri BINhouse dan sosok yang dikenal sebagai “tukang kain”—menyuguhkan 60 set busana yang mengangkat batik, tenun, dan kain tradisional lainnya ke panggung mode modern JFW 2026. Koleksi ini bukan sekadar fashion, melainkan narasi visual yang menyampaikan pesan budaya tanpa kata.
“Kami ingin kainnya benar-benar ditampilkan. Lewat koreografi dan jenis kain yang digunakan, kita bisa melihat bagaimana kain itu bergerak, seolah menjadi kulit kedua bagi pemakainya.” ujar Airlangga Elang, putra dari Obin.
Baca Juga: Tradisi Bertemu Inovasi, Cita Tenun Tampilkan Keindahan Visual Wastra Nusantara di JFW 2026
Seperti babak-babak dalam sebuah pertunjukan teater, setiap segmen dalam showcase ini diolah dengan emosi dan filosofi yang khas. Koreografi yang selaras dengan pembawaan para model menjadikan setiap langkah di runway terasa hidup dan menggugah dengan energi tinggi, sebuah bentuk showmanship yang mencerminkan kedewasaan artistik dan penguasaan identitas jenama.
Koleksi ini menampilkan perpaduan harmonis antara teknik tenun yang dibatik, permainan tekstur, dan siluet kontemporer. Namun menghormati akar tradisi.
“Bahasa Kain” bukan sekadar fashion, melainkan narasi budaya yang menyuarakan identitas Indonesia di tengah arus globalisasi. Wastra Nusanntara ini mampu menyampaikan keindahan, sejarah, dan semangat zaman.
