ASIAWORLDVIEW – Bitcoin terus mengalami penurunan selama pekan lalu. Hal ini terjadi seiring dengan ketidakpastian Presiden Donald Trump terkait tarif tinggi yang dia usulkan untuk China pekan lalu.
“Menjelang akhir pekan, investor perlu memantau level harga 103.000,” kata seorang analis, mengutip Decrypt.
Harga Bitcoin hari ini, Minggu (1/10/2025), tercatat sebesar USD108.491,93, mengalami kenaikan sekitar 1,45% dibandingkan penutupan sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan adanya pergerakan positif di pasar kripto, dengan Bitcoin menambah nilai sebesar USD1.555,91 dari harga penutupan sebelumnya yang berada di kisaran USD106.936,01.
Baca Juga: ETF Bitcoin Tunjukkan Ketahanan di Tengah Kejatuhan Pasar Kripto
Pergerakan harga ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sentimen investor, perkembangan regulasi global, serta dinamika pasar keuangan yang lebih luas. Bitcoin, sebagai aset digital paling dominan, sering kali menjadi indikator utama dalam menilai arah pasar kripto secara keseluruhan.
Volatilitas tetap menjadi karakteristik utama mata uang kripto. Namu tren kenaikan hari ini bisa menjadi sinyal optimisme bagi para investor dan trader yang mengikuti pergerakan aset digital ini secara aktif.
Penurunan harga tersebut membuat para pemegang jangka pendek yang membeli BTC sekitar USD113.000 merasa cemas. Pemegang jangka pendek merujuk pada dompet yang telah menyimpan Bitcoin kurang dari 155 hari.
“Harga yang disadari oleh (pemegang jangka pendek) memberikan dukungan untuk periode yang lebih lama, tetapi akhirnya pecah setelah uji kelima,” katanya. “Keruntuhan ini memicu tekanan jual tambahan, diperparah oleh Coinbase, di mana selisih premi telah berbalik.”
