ASIAWORLDVIEW – Pasar kripto mengalami salah satu peristiwa likuidasi terbesar dalam sejarahnya, dengan lebih dari USD19 miliar posisi perdagangan dilikuidasi hanya dalam waktu 24 jam, menurut data dari CoinGlass. Lonjakan likuidasi ini dipicu oleh tekanan jual besar-besaran yang memaksa posisi leverage tinggi untuk ditutup secara otomatis, mempercepat penurunan harga aset digital utama seperti Bitcoin dan Ethereum.
Peristiwa ini mencerminkan tingginya risiko sistemik dalam pasar kripto yang sangat dipengaruhi oleh spekulasi dan leverage, serta menunjukkan betapa cepatnya sentimen pasar dapat berubah dalam kondisi volatil. Efek domino dari likuidasi ini juga memperkuat tekanan jual, memperdalam koreksi harga, dan memicu kekhawatiran akan potensi penurunan lebih lanjut jika tidak ada katalis positif yang muncul dalam waktu dekat.
Sejak saat itu, para ahli industri telah melakukan analisis pasca-kejadian terhadap kekacauan tersebut—dan peningkatan leverage telah ditekankan sebagai risiko potensial bagi kesehatan jangka panjang pasar kripto, mengutip Decrypt, Kamis (16/10/2025).
Baca Juga: Michael Saylor Kembali Borong Bitcoin di Tengah Crash Pasar Kripto
Peningkatan popularitas Hyperliquid, sebuah bursa terdesentralisasi yang khusus dalam perdagangan futures abadi, telah membuat leverage di kripto lebih mudah diakses daripada sebelumnya, mendorong bursa pesaing untuk bersaing dalam penawaran leverage mereka. Beberapa ahli percaya hal ini menciptakan risiko sistemik, dengan firma manajemen aset Bitwise bahkan mempertimbangkan perubahan strategi sebagai akibatnya.
Leverage memungkinkan trader untuk bertaruh menggunakan dana pinjaman, yang menciptakan risiko likuidasi paksa jika terjadi kerugian. Seringkali, leverage dikombinasikan dengan perdagangan futures abadi, yang memungkinkan trader untuk berspekulasi tentang arah aset—disebut “long” atau “short”—dengan kontrak derivatif yang tidak pernah kadaluwarsa.Strategi perdagangan ini, ketika digabungkan, menciptakan risiko yang sangat besar, yang diperparah dan terekspos oleh pergerakan besar seperti yang terjadi pada Jumat lalu. Di pasar tradisional, batasan dan penilaian diterapkan pada pengguna yang mencoba mengakses tingkat leverage tertinggi.
Sistem serupa diterapkan di bursa terpusat, misalnya Binance, yang mewajibkan pengguna untuk lulus kuis risiko sebelum dapat bertransaksi dengan leverage apa pun. Namun, bursa terdesentralisasi Hyperliquid telah berkembang pesat tahun ini, menawarkan leverage hingga 40x tanpa persyaratan pengungkapan identitas pelanggan (KYC) atau kuis—dan itu menjadi salah satu daya tarik utamanya.
