ASIAWORLDVIEW – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengumumkan bahwa Indonesia sedang aktif mencari peluang untuk mengekspor durian secara langsung ke China. Hal itu dilakukan tanpa melalui negara perantara seperti Thailand dan Malaysia, guna meningkatkan margin keuntungan.
“Hingga saat ini, durian kita diekspor ke Thailand dan kemudian diekspor kembali ke China. Kita hanya mendapatkan sekitar 10 persen keuntungan dengan cara itu. Jika kita mengekspor langsung ke China, margin keuntungan bisa mencapai 30 persen,” kata Sudaryono kepada wartawan, diutip oleh Asiaworldview.com, Sabtu (4/10/2025).
Selain durian, Indonesia juga menargetkan pasar China untuk ekspor ayam dan telur. Sudaryono mencatat bahwa negara ini telah mencapai swasembada dalam kedua komoditas tersebut, dengan produksi melebihi permintaan domestik.
Baca Juga: Indonesia Menang Sengketa Baja di WTO, Ekspor ke Eropa Kembali Terbuka
“Kami swasembada dalam ayam dan telur, bahkan ada kelebihan pasokan. Saya telah meminta agar kami mulai mengekspor ke China dan negara lain,” tambahnya.
Sudaryono menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global melalui produk-produk segar yang berkualitas tinggi. Menurutnya, kekayaan alam dan sumber daya manusia Indonesia merupakan modal utama dalam menghasilkan komoditas unggulan yang mampu memenuhi standar internasional. Ia menekankan pentingnya inovasi, efisiensi produksi, dan penguatan sistem distribusi agar produk lokal tidak hanya kompetitif di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, serta masyarakat, Sudaryono percaya bahwa Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam rantai pasok global, khususnya di sektor pertanian dan pangan.
