Kemenkes RI Soroti Masalah Gigi dan Gusi, Edukasi Kesehatan Mulut Digencarkan

Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) sekaligus peresmian Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2025 resmi dilncurkan hari ini, Minggu (21/9/2025).

ASIAWORLDVIEW – Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) sekaligus peresmian Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2025 resmi dilncurkan hari ini, Minggu (21/9/2025). Mengusung tema “Cek Gigi dan Gusi untuk Senyum Indonesia Hebat”, menjadi ajakan kolektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mulut.

Kegiatan tersebut diresmikan oleh Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI yang diwakilkan oleh dr. Elvieda Sariwati, M.Epid, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI. Ia menyatakan, program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes RI yang telah menjangkau lebih dari 30 juta penduduk memperlihatkan bahwa masalah gigi adalah masalah kesehatan terbanyak, dan ini ditemukan pada semua kelompok umur.

“Masalah gigi merupakan hal yang perlu kita tanggulangi bersama. Untuk itu, momentum HKGN menjadi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menangani, atau melakukan upaya promotif dan preventif dalam hal kesehatan gigi,” ia mengatakan.

Baca Juga: Solusi Gigi Berlubang dan Sensitif dalam Satu Formula

Kegiatan ini diluncurkan secara resmi oleh Kementerian Kesehatan RI bersama mitra profesi dan institusi pendidikan kedokteran gigi, dengan fokus pada edukasi, pemeriksaan gratis, dan kampanye preventif di berbagai daerah. Program ini bertujuan untuk mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan rutin gigi dan gusi, mencegah penyakit periodontal, serta menumbuhkan kebiasaan menjaga kebersihan mulut sejak dini.

“Hari ini ada MoU atau peresmian kerja sama antara PDGI, AFDOKGI, ARSGMPI, dan Unilever sebagai wujud nyata pentingnya kolaborasi baik itu antara Pemerintah, asosiasi profesi dan juga swasta dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Mari jadikan momen ini untuk mengingat bahwa senyum masyarakat Indonesia adalah cerminan dari bangsa yang kuat dan berdaya saing tinggi,” jelasnya.

Selain itu, BKGN 2025 juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya hidup sehat, memperkuat layanan kesehatan primer, dan mengurangi angka penyakit gigi yang masih tinggi di Indonesia. Dengan semangat inklusif dan partisipatif, peringatan ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, percaya diri, dan produktif melalui senyum yang terawat.

BKGN 2025 memberikan perhatian khusus pada kesehatan gusi karena penyakit gusi adalah permasalahan gigi kedua terbesar di Indonesia setelah gigi berlubang namun masih sering terabaikan dan kerap disebut ‘silent killer. Hal itu karena gejalanya muncul secara samar dan tidak menimbulkan rasa sakit – terutama di tahap awal. Padahal jika dibiarkan, penyakit gusi tidak hanya akan mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut, namun bisa menjadi bahaya tersembunyi untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh