Solusi Gigi Berlubang dan Sensitif dalam Satu Formula

Peluncuran Sensodye Cegah Gigi Berlubang & Sensitif (CGBS), Kamis (24/7/2025).

ASIAWORLDVIEW – Sensodyne meluncurkan produk baruya pasta gigi Cegah Gigi Berlubang & Sensitif (CGBS), Kamis (24/7/2025). Acara ini digelar secara eksklusif di Jakarta sebagai bagian dari kampanye edukasi kesehatan gigi yang menyasar generasi muda dan profesional urban.

Studi kolaboratif antara Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) dan IQVIA, yang didukung oleh Haleon melalui merek Sensodyne, mengungkap bahwa 93% penderita gigi sensitif mengalami penurunan kualitas hidup secara signifikan. Penelitian ini dilakukan pada awal 2024 dan menyoroti dampak nyata dari gigi sensitif terhadap kenyamanan makan, minum, dan aktivitas sosial

Dhanica Mae Dumo-Tiu, General Manager Haleon Indonesia mengatakan, produk ini menjawab permasalahan yang banyak terjadi di masyarakat. Menjadi terobosan baru dari Sensodyne karena menggabungkan perlindungan terhadap gigi berlubang dan gigi sensitif dalam satu formula.

“Kami di Haleon selalu berkomitmen untuk mendengarkan kebutuhan konsumen dan menghadirkan solusi yang didukung riset yang mendalam serta benar-benar relevan dengan tantangan kesehatan sehari-hari. Dengan peluncuran Sensodyne Cegah Gigi Berlubang & Sensitif, kami bangga memperkenalkan varian terbaru yang diformulasikan khusus untuk masyarakat Indonesia,” sebutnya.

Baca Juga: Lion Wings Hadirkan Bus Periksa Gigi Keliling untuk Edukasi Kesehatan

Selain itu, Sensodyne CGBS mengandung Potassium Nitrate hingga 5%. Bahan ini secara aktif menenangkan saraf gigi untuk meredakan rasa ngilu akibat sensitivitas.

Berdasarkan uji laboratorium, CGBS menunjukkan mineral loss paling rendah dibandingkan produk uji lain, membuktikan efektivitasnya dalam melindungi enamel. Hal itu karena blue gel refreshing formula, memberikan sensasi segar dan telah tersertifikasi halal.

“Produk ini hadir sebagai jawaban bagi mereka yang selama ini merasa harus memilih antara mencegah gigi berlubang atau mengatasi gigi sensitif. Kini, keduanya bisa dirawat sekaligus—tanpa kompromi. Ini adalah bagian dari misi kami untuk menjadikan perawatan kesehatan sehari-hari lebih mudah diakses, lebih personal, dan lebih bermakna,” ia menambahkan.

Selain dampak fisik, studi ini juga menyoroti pengaruh psikologis dari gigi sensitif, termasuk penurunan kepercayaan diri dan gangguan emosional. Kegiatan ini menekankan pentingnya hubungan antara kesehatan gigi dan kesejahteraan mental.