Gerakan Belanja Lokal Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Indonesia

JITEX 2025 (Jakarta International Investment, Trade, Tourism & SMEs Expo) resmi digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan mulai 17 hingga 21 September 2025

ASIAWORLDVIEW – Gerakan Belanja di Indonesia Aja merupakan inisiatif strategis yang perlu terus digalakkan dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah karena berperan penting dalam memperkuat ekonomi nasional. Dengan mendorong masyarakat untuk membeli produk lokal, gerakan ini membantu meningkatkan daya saing UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat rantai pasok domestik.

Hal itu diungapkan Budihardjo Iduanjsah, Koordinator Forum Asli Merek Lokal Indonesia dalam sesi diskusi di JITEX 2025. Menurutnya, Dukungan pemerintah dapat diwujudkan melalui kebijakan fiskal yang berpihak pada pelaku usaha lokal, kampanye edukatif yang menumbuhkan kebanggaan terhadap produk dalam negeri, serta insentif bagi platform digital dan pelaku industri kreatif yang memprioritaskan produk lokal.

Tambahan stimulus sebesar Rp200 triliun untuk memperkuat konsumsi domestik merupakan langkah strategis yang harus dioptimalkan agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Dana ini perlu diarahkan secara tepat agar berputar di dalam negeri, mendukung pertumbuhan merek lokal, dan mendorong penciptaan lapangan pekerjaan baru.

“Belanja di Indonesia Aja perlu terus digerakkan dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Dengan tambahan stimulus Rp200 triliun untuk memperkuat konsumsi domestik, kita harus pastikan uang ini berputar di dalam negeri, memperkuat merek lokal, dan membuka lapangan pekerjaan baru,” sebutnya.

Baca Juga: JITEX 2025: Produk Lokal Perkuat Daya Tarik Wisata dan Pilar Ekonomi

Di tengah tantangan global dan persaingan pasar digital yang semakin ketat, keberlanjutan gerakan ini menjadi kunci untuk membangun ketahanan ekonomi. Langkah tersebut memperkuat identitas nasional, dan menciptakan ekosistem belanja yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan mengutamakan belanja produk dalam negeri, baik melalui kampanye nasional maupun insentif fiskal, pemerintah dapat memperkuat daya saing UMKM dan industri kreatif lokal. Selain itu, alokasi stimulus yang mendukung sektor-sektor padat karya seperti manufaktur, pertanian, dan ekonomi digital akan memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Ketika konsumsi diarahkan pada produk lokal, efek berganda akan tercipta—mulai dari peningkatan produksi, distribusi, hingga inovasi. Oleh karena itu, pengawasan, transparansi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar stimulus ini benar-benar menjadi katalis pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” ia menambahkan.

Mengutamakan belanja produk dalam negeri melalui kampanye nasional dan insentif fiskal merupakan strategi penting untuk memperkuat daya saing UMKM dan industri kreatif lokal. Kampanye seperti *Bangga Buatan Indonesia dapat membangun kesadaran konsumen akan kualitas dan nilai produk lokal, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap karya anak bangsa.

Di sisi lain, insentif fiskal seperti keringanan pajak, subsidi produksi, atau akses pembiayaan murah dapat mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas, inovasi, dan kualitas produk mereka. Saatmasyarakat lebih memilih produk lokal, permintaan meningkat, roda produksi berputar lebih cepat, dan lapangan kerja pun bertambah.

“Dukungan ini juga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih mandiri dan tahan terhadap guncangan global, menjadikan UMKM dan industri kreatif sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” ia menambahkan.