ASIAWORLDVIEW – Indonesia ternyata kaya dengan berbagai kreasinya di industri kreatif, termasuk film animasi. Salah satu film karya yang mendapat pengakuan luas, Battle of Surabaya (2015), karya MSV Pictures dan disutradarai oleh Aryanto Yuniawan.
Film ini mengangkat kisah heroik Musa, seorang remaja tukang semir sepatu yang terlibat dalam pertempuran Surabaya tahun 1945. Dengan perpaduan animasi 2D dan 3D yang memukau serta narasi sejarah yang kuat, Battle of Surabaya berhasil meraih berbagai penghargaan internasional, termasuk People’s Choice Award di International Movie Trailer Festival.
Battle of Surabaya layak mendapat pujian karena berhasil memadukan nilai sejarah, visual artistik, dan pesan kemanusiaan dalam satu karya yang kuat dan menggugah. Dengan latar peristiwa heroik 10 November 1945, film ini mengangkat kisah Musa, seorang remaja penyemir sepatu yang menjadi kurir rahasia di tengah konflik kemerdekaan Indonesia.
Animasi dua dimensi yang digunakan memiliki sentuhan gaya anime dengan nuansa lokal, dikerjakan oleh lebih dari 100 animator Indonesia dari berbagai latar belakang. Proses kreatifnya melibatkan mahasiswa, dosen, dan profesional yang berkolaborasi dengan semangat nasionalisme.
Cerita yang disampaikan tidak hanya menyoroti peperangan, tetapi juga menekankan nilai-nilai seperti keberanian, pengorbanan, dan perdamaian. Film ini telah meraih lebih dari 39 penghargaan internasional, termasuk Best Animation di Hollywood International Motion Pictures Film Festival dan European Cinematography Awards. Keberhasilan Battle of Surabaya membuktikan bahwa animasi Indonesia mampu bersaing di panggung global, sekaligus menjadi media edukatif yang efektif untuk generasi muda mengenal sejarah bangsanya.
Selain itu, film Knight Kris (2017) juga mencuri perhatian dengan kisah petualangan epik seorang ksatria muda bernama Arya dalam dunia fantasi penuh sihir dan monster. Film ini memenangkan penghargaan di Cartoon on the Bay (Italia), London Independent Film Awards, dan Calcutta Film Festival. Tak kalah populer, Si Juki The Movie (2017), adaptasi dari komik strip karya Faza Meonk, berhasil menarik jutaan penonton dengan gaya humor khas dan cerita penyelamatan dunia dari ancaman asteroid.
Terbaru, Jumbo (2025) dari Visinema Studios menjadi tonggak baru dalam industri animasi Indonesia. Mengisahkan petualangan anak yatim piatu bernama Don, film ini melibatkan lebih dari 400 kreator lokal, tayang di 17 negara, dan mencetak rekor sebagai film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa.
